Sungguh Aneh rasanya, ketika tiba-tiba kamu yang terlintas dan namamu lah yang selalu ku sebut dalam sekian banyak doaku.

Kamu pria sederhana dan tampan yang pernah ku lihat 5 tahun lalu, namamu hanya ku dengar samar ketika temanmu berteriak memanggilmu untuk menjadi imam sholat kala itu, kadang aku masih bingung, kenapa kamu yang terlintas? Menyapamu saja aku tidak pernah. Kenapa bukan orang lain? Yang selama ini sering ku temui dan silih berganti hadir dan pergi dalam perjalananku. Bahkan bayangan wajahmu masih terlintas samar dalam benakk dan membuatku ingin terus mengejar bayangan itu.

Aku tidak tahu siapa kamu, aku tidak mengenalmu, aku tidak tahu bagaimana latar belakangmu, aku tidak tahu segalanya tentang kamu. Tapi, aku jatuh hati sejak saat itu. Entahlah? Aku sendiri tidak tahu bagaimana semua ini bisa terjadi.

Aku hanya selalu berharap dan berdoa pada sang pemilik hati. Agar pada saatnya nanti kita akan dipertemukan lagi, dengan cara yang luar biasa agar aku bisa mengenalmu dan menyapamu tak hanya lewat doa.

Ya, kadang aku takut dibutakan oleh harapan yang ku buat sendiri tentang kamu. Aku takut harapan itulah yang akhirnya menyakitiku, tapi aku tak berdaya membuang semua banyangan tentangmu.

Advertisement

Untukmu yang saat ini entah ada di belahan bumi manapun, aku yakin kau sedang berjuang untuk hidupmu berjuang untuk masa depanmu. Semoga tuhan selalu menjagamu sampai akhinya nanti entah siapa yang akan layak bersanding denganmu.

Dan tenang lah aku di sini, aku juga sedang berjuang untuk masa depanku dan memperbaiki diri agar nantinya Tuhan berpikir aku layak untuk bersanding denganmu, pria dengan senyum manis yang membuatku jatuh hati.

Kalaupun akhinya tuhan tidak mempertemukanku denganmu, semoga akhirnya nanti aku bisa bahagia dengan lelaki yang Tuhan pilih untuk menemuiku dengan kesan yang indah sepertimu.

Tuhan biarkan aku tetap menyebut dan menyapanya lewat doa, sampai suatu saat jika engkau berkenan untuk mempertemukan kami.