Dalam sepertiga malamku tak luput kurapalkan namamu dalam setiap alunan tasbih. Entah bagaimana mengungkapkannya, namun inilah caraku mencintaimu. Sekali lagi ku katakan, aku mencintaimu. Wajahmu hingga kini masih menghiasi relung kalbu. Dan Tak sedetik pun ku tak menahan rindu yang semakin menggebu-gebu .

Iya, mungkin aku jatuh cinta. Entah kamu..

Entah bagaimana semua bisa terjadi, aku tak tahu. kini dirimu tiba-tiba masuk dan memenuhi sudut-sudut terpencil di otakku, sehingga memenuhi relung-relung hatiku. Semua terjadi begitu cepat, tanpa banyak teori dan tanpa banyak basa basi.

Aku melihatmu, mengenalmu, lalu aku mencintaimu. Sederhana bukan? Iya sesederhana itulah kamu mulai menguasai hari-hariku. Kamulah yang saat ini jadi penyebab rasa semangatku. Kamu menjelma jadi senyum yang tak bisa ku jelaskan dengan kata-kata.

Walau jemari tak bersentuh, bukankah cinta akan tetap tumbuh?

Advertisement

Tak banyak yang kupinta pada Tuhan, hanya menjagamu, menopangmu, dan menyayangimu. Lalu Ku serahkan segala cinta yang kupunya pada Dia sang pemilik cinta. Bukankah indah bila cinta yang kupunya membuatku dekat pada-Nya. Iyah inilah aku, seorang pria yang menahan cinta pada hamba-Nya namun hanya bisa mendoakan-Nya. Dan satu lagi, Ku harap kau merasakan hal yang sama.

Teruntukmu,

Seseorang yang tak pernah luput kusanjung dalam sepertiga malamku..