Tak pernah bisa kusangkal, sejak pertama kali kita bertemu kau berhasil mencuri semua perhatianku. Aku tahu aku salah dan tidak seharusnya mencoba untuk mencuri semua perhatianmu. Disini kita belajar bersama tetapi bersamamulah yang membuat semua terasa berbeda. Kau tidak pernah gagal membuat teman-temanmu tertawa bahagia begitupun aku. Dengan adanya kau yang semula hanya kanvas putih kosong kini dipenuhi oleh warna-warni pelangi nan indah.Pagi itu kau tiba-tiba datang dan membantuku, kau bersepeda dengan riangnya dan memboncengku, ah sial! kau berhasil lagi membuatku tersenyum bahkan saat aku menuliskannya untukmu. Satu lagi yang kuingat dan mungkin terlupakan olehmu, saat itu kau sengaja mengejek hasil dari pekerjaanku yang jujur saja membuatku agak sebal tetapi entah mengapa berhasil membuatku mengukirkan senyum padamu.

Sore itu diantara awan yang berwarna jingga dan magenta, kita berada di pantai dan berjalan bersama. Semuanya terasa sangat dekat dan akrab. Ah, andai saja kita bisa saling terbuka saat itu. Angin saling berhembusan menerpa wajah kita, hangatnya sang mentari, deburan ombak, kuatnya karang, pasir-pasir putih yang menyelinap disela-sela kaki dan kehadiran Tuhan sebagai saksi betapa cintanya aku padamu. Selalu bahagia yang kurasa saat ada disampingmu.

Kau lelaki hebat! Jujur saja aku iri padamu. Pada semua hasil pekerjaanmu yang selalu bisa kau selesaikan dengan tepat dan cepat. Bagaimana bisa kau selalu meneteskan keberhasilan disetiap tetes keringatmu? Bagaimana bisa kau membuat semua orang tertarik kepadamu, termasuk aku? Mungkin itulah alasan mengapa aku nekat mengatakan perasaanku sejujur-jujurnya padamu. Aku tidak mengharapkan lebih selain kau menerima perasaanku terhadapmu, akupun tak pernah menyangka bahwa kau menaruh perasaan yang sama terhadapku. Aku sangat bahagia saat itu hingga merasakan kupu-kupu saling berterbangan di perutku, burung-burung berhamburan membelah angkasa.

Ini tidak akan mudah karena kita tidak ingin menjalin hubungan lebih dari sekedar teman yang saling mencintai. Entah apa yang merasuki pikiranku sehingga menjalin hubungan denganmu terasa amat sangat berat hingga suatu hari kau berhasil meyakinkanku disaat yang tepat.

Terkadang kau mengomel tentang penampilanku yang tidak boleh berdandan, menjaga aurat bahkan jika sehelai rambutku terlihat. Terima kasih kau telah mengingatkan, aku tahu itu semua kau lakukan untuk menjaga pandangan semua lelaki terhadapku. Tidak jarang juga kau mengingatkanku untuk menyisihkan beberapa persen penghasilanku untuk rumah masa depan kita atau sekedar untuk keperluanku salama satu bulan.

Advertisement

Ada satu perkataanmu yang terdengar lucu di gendang telingaku meski aku tahu kau sedang becanda, kau berkata "Tidak ada wanita lain yang menginginkanku, kecuali kau." Jika kau menginginkan alasan, inilah alasannya : Karena kau adalah lelaki hebat! Tidak ada yang menginginkanmu karena wanita lain tidak bisa melihat betapa hebatnya kamu.

Aku mencintaimu dan akan selalu begitu. Kau lelaki hebat! Terima kasih telah menjagaku.