Sederhana, apa adanya, tak menambah kurangnya, tak mengurangi lebihnya. Kejujuran, bagiku itu selalu istimewa, meski kata orang biasa saja. Bagiku, kurangnya tetap saja tak menutup lebihnya, hanya cukup diakui, bila harus diperbaiki, tentu saja aku ingin bersamanya.

Lelaki sederhana, memang tak berlebih dalam harta. Tapi kegigihannya adalah harta yang sangat berharga. Setiap manusia sudah dijamin rezekinya oleh Sang Pencipta. Kita hanya harus gigih menjemputnya. Dan pada dirinya kutemukan kegigihan yang mempesona. Membuatku bersemangat bersama kegigihannya.

Lelaki sederhana, amanah terhadap tanggung jawab yang dipikulnya. Tak menjadikannya beban, menyenangkan menunaikan kewajiban. Menjadikan hatinya lapang. Inginku, jadi kawanmu berjalan, menguatkan.

Lelaki sederhana, memang tak selalu menyenangkan, bahkan terkadang menyebalkan, tapi selalu tahu cara untuk mengembalikan tawa. Agaknya datar dalam kesenangan itu membosankan. Lelaki sederhana punya cara unik mengaduk aduk hati yang sedang marah menjadi tawa dan bahagia.

Lelaki sederhana, bukanlah text book dan kamus tempat bertanya, tapi menjadi teman diskusi yang mengasyikkan untuk belajar dan menemukan jawaban bersama. Tak menggurui, ceritanya dan tanyanya seringkali menjadi jawaban bermakna.

Advertisement

Lelaki sederhana, cukup jadilah lelaki sederhana. Karena diriku juga sangat sederhana.