Untuk seorang lelaki yang akan menemani putriku kelak, yang akan menua bersama putriku hingga ajal kan memisahkan.

Hai, nak..

Sebelumnya aku belum pernah bertemu denganmu, tapi aku merasakan dan mengetahui efek dari kehadiranmu di hidup putriku karena aku melihat banyak perubahan di diri putriku.

Tahukah kamu kalau dia jadi lebih lama ketika mandi? Aku tahu setiap kali dia meminta uang untuk berbelanja produk kecantikan, aku tahu setiap kali ia membawa berbagai produk kecantikannya ke kamar mandi, dia akan menghabiskan waktu yang cukup lama di kamar mandi. Tahukah kamu, dia menghabiskan waktu untuk memegang hp dan duduk di depan laptop untuk mencari resep makanan yang baru atau yang belum pernah dia buat? Dia ingin membuatkan makanan kesukaanmu. Satu kali, dua kali, tiga kali dia mencoba resep-resep tersebut dan aku serta seisi keluarga sering menjadi kelinci percobaanya.

Tahukah kamu kalu dia sering grogi sebelum pergi bersamamu? Bahkan dia yang dulunya masabodoh tentang penampilannya sekarang mampu menghabiskan waktu yang berjam-jam di kamarnya hanya untuk dandan secantik mungkin. Tahukan kamu saat merima pesannmu dia selalu senyum-senyum sendiri? Senyum itu dulu cuma jadi milikku dan istriku, ketika kami membelikannya hadiah saat dia mendapat juara kelas, ketika dia ku ajak jalan-jalan karna memang hobinya yang keluar rumah, ketika kubelikan dia sebuah boneka kesukaannya saat ulangtahun nya. Senyum itu hanya milikku dan istriku ketika ia tampil di pentas sekolah dan berhasil menemukan kami di tengah-tengah keramaian.

Advertisement

Aku tidak marah, aku juga tidak iri. Aku tahu suatu saat nanti, momen ini akan datang. Momen dimana aku akan memegang tangannya untuk yang terakhir kali dan menyerahkan seluruh tanggung jawabku kepadamu. Momen dimana aku akan pensiun untuk menjadi pahlawannya dan kamu yang akan mengambil alih peranku itu. Walau aku tahu, dia pasti akan tetap menganggapku sebagai pahlawannya yang nomer satu di dalam hidupnya. Tapi percayalah nak, setelah tanggung jawab ini kau ambil dia juga akan mengandalkan dirimu.

Nak, putriku mungkin memang bukan perempuan paling sempurna yang akan kau temui di dunia ini, putriku juga bukan perempuan paling cantik yang mungkin hadir di hidupmu. Tapi kamu harus yakin dan percaya sebelum kamu menghabiskan hidupmu bersama dirinya, dia lah satu-satunya perempuan yang memang pas dan cocok untuk hidup bersamamu setiap hari. Yakinkan dirimu bahwa dia satu-satunya perempuan yang bisa membantumu menjadi lelaki yang lebih kuat, lebih baik dan lebih dewasa setiap hari.

Aku tahu, hidup kalian nanti tidak akan selalu penuh dengan tawa seperti yang kalian jalani sekarang, tapi aku ingin kalian tetap memegang erat tangan satu sama lain, jangan pernah lepaskan, sehebat apapun badai yang akan menerpa kalian. Tolong pertahankan senyum lebar yang selalu ia kembangkan, karena aku dan istriku tidak akan selalu disana untuk membuatnya tersenyum. Tolong bantu dia berdiri dan berjalan, bahkan berlari ketika dia terjatuh seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia masih jadi putri kecil kami. Tolong tegur dan peringati putriku saat dia manja di sela-sela kesibukanmu, karna memang dia putri kami satu-satunya yang setiap keinginannya kami selalu berusaha untuk memenuhinya.

Yang terpenting, buat putriku selalu merasa dia berada di rumah ketika bersamamu. Karena rumah merupakan tempat kalian berteduh, berlindung dan berkumpul bersama. Aku tidak bisa memberikan cinta seperti yang kau berikan kepadanya, jadi aku yakin kamu mempunyai kemampuan untuk lebih mengerti dia.

Baiklah sekarang aku sudah secerewet ini dan terdengar seperti istriku. Terimakasih sudah membaca pesan panjangku ini. Aku sudah lebih lega sekarang seraya melihat kalian berbahagia dan menua bersama.

Nak, tolong jaga putriku dengan baik 🙂 .