Ma, tak banyak memang yang bisa kuberi untukmu. Tapi bolehkah aku sedikit berusaha membahagiakanmu? Berhentilah untuk selalu berkata "Tidak usah, mama masih bisa." Sungguh, aku sendiripun tahu, sejak aku kecil memang tak pernah kudengar terlontar dari mulutmu tentang kekurangan, atau bahkan hanya sekedar mengeluh lelahpun kau tak pernah.

Tapi mama, aku tahu sekuat apapun dirimu, bukankah manusia selalu punya batas? Kecuali cintamu padaku. Untuk hal yang satu itu, aku selalu tahu.

Mama, memang tak bisa ku janjikan banyak hal untukmu. Tapi selagi aku bisa, ku mohon biarkan aku disini dan memelukmu. Mencoba memperhatikan apapun yang kau perlu. Sungguh mama, aku mencintaimu tanpa melihat seperti apa dirimu. Aku ingin selalu ada didekatmu, tanpa perduli seberapa tua usiamu.

Tahukah mama, bahwa ada satu hal yang selalu membuatku tersiksa setiap kali melihatmu? Itu adalah saat aku sadar setiap harinya kau selalu bertambah tua. Pendengaranmu sudah tak sebaik dulu. Penglihatanmu pun memudar. Daya ingatmu pun sudah sering kali membuat kita berdebat kecil. Untuk hal itu aku mohon maaf mama. Maaf untuk sabarku yang kurang selama ini untukmu. Tapi percayalah, aku punya cinta yang luar biasa. Aku hanya bingung bagaimana cara mengungkapkannya.

Terkadang aku marah saat mama harus terkena air panas ditangan ketika pagimu berusaha kau isi dengan membuatkan aku sarapan. Sungguh mama, bukan karena aku tak lagi cinta. Tapi aku hanya berusaha memastikan, dalam pelukku kau baik-baik saja. Aku juga sangat marah, saat mama telat meminum obat. Bukan.. bukan aku tak sayang. Aku hanya takut hal buruk terjadi padamu.

Advertisement

Aku juga marah saat mama menelponku dikantor, dan berkata ingin berjalan-jalan ditaman. Aku marah, sangat marah. Kumohon tunggulah akan ku ambil cuti untuk menemanimu seharian ditaman. Masih ingatkah mama saat kudapati rumah kosong? Kurasa mama pasti sudah lupa. Tapi aku, untuk sakitnya, masih hafal luar biasa. Kau menghilang. Aku kacau, seperti kehilangan nafas.

Hampir mati rasanya saat aku tak mendapatimu dimana-mana. Keamanan komplek pun mengantarmu pulang, mereka bilang kau tak tahu jalan pulang. Hanya fotoku disakumu yang membuat mereka tahu kemana harus membawamu. Aku tak ingin hal itu terulang lagi. Aku tak ingin kehilanganmu. Sungguh..

Jadi kumohon mama, berhentilah berucap mama tidak apa-apa. Karena aku tahu, kau sedang tak baik-baik saja. Aku ingin tahu semua hal tentangmu. Sehat dan sakitmu. Semua hal yang kau mau. Semua hal yang kau perlu. Ku mohon mama, biarkan aku mencintaimu dengan caraku.

Aku tak akan bosan, untuk melewati setiap malam mendengar segudang ceritamu yang setiap harinya hampir sama. Atau sekedar menerima teleponmu saat kau lupa dimana kau letakan kacamata. Aku juga tak akan bosan melihatmu tersenyum malu saat sadar ikat rambut yang seharian kau cari ternyata melekat dirambutmu. Percayalah, aku tak akan bosan.

Jangan sedih mama, aku tak akan mengeluh sama sekali saat kau lupa menaruh garam dalam masakanmu. Atau menyajikan roti yang berwarna agak gelap karena hangus. Aku benar-benar tidak akan mengeluh. Dari dulu sampai saat ini makanan yang berasal dari tanganmu selalu sanggup membuatku kenyang.

Tapi bisakah kugantikan tugasmu? Bukankah sudah waktunya aku yang menyiapkan semuanya? Bukan karena kau sudah tak berguna. Untuk kata-kata ini bisakah mama berhenti mengucapkannya? Kau bukan hanya berguna. Aku bahkan membutuhkanmu disetiap gerak langkahku. Karena itu, aku ingin kau selalu baik-baik saja.

Tahukah mama, saat kau melakukan hal konyol kemudian salah tingkah karena takut aku memarahimu. Aku sangat ingin memeluk dan mencium keningmu. Tapi aku terlalu kaku untuk itu. Aku hanya bisa berkata. Kumohon jangan ulangi lagi. Apapun yang selalu membuat kesulitan atau sakit kumohon jangan lakukan lagi..

Aku sangat menyayangimu. Namamu selalu tertera jelas dalam ingatanku. Jadi tetaplah disini agar aku selalu bisa memastikanmu baik-baik saja. Hidupku memang tak sempurna, tapi saat kulihat senyummu mengembang menyambutku pulang, itulah saat dimana aku merasa lengkap semua. Jangan bersedih mama, aku akan selalu cinta. Tak perlu berfikir kau tak berguna, karena sungguh, kaulah alasanku bahagia.

Putrimu,

yang tak sanggup jauh darimu.