Kejahatan terencana adalah memberikan harapan palsu tanpa ada rasa cinta.

Jika mencintai adalah suatu kebahagiaan terbesar bagiku dan tidak bagimu, kurasa ada yang salah di hatimu, sesungguhnya terluka kemudian kehilangan hasrat untuk dapat berbagi dan saling mengisi ruang yang pernah kosong di hati bukanlah suatu kesia-siaan. Jangan salah melangkah, karena hati yang kecewa akan menyematkan pilu kemudian mengecewakan orang yang mungkin sudah mulai mencintaimu!

Jujur aku bukanlah orang yang pandai mengungkapkan perasaan, kata – kata indah, mengalunkan rayuan, memuji hingga mengungkapkan rasa kekaguman secara spontan kepadamu. Kamu adalah orang yang sempat mengguncang hatiku! tahukah kau aku sempat tak dapat mengendalikan kencangnya jantungku yang berdetak sangat keras hingga akupun dapat mendengar suaranya? Aku, mungkin tak dapat mengutarakannya seperti kamu yang dengan mudah mengeluarkan pujian, rayuan hingga banyak macam cara kau arahkan kepadaku saat itu.

Aku bukanlah orang yang mudah jatuh cinta kemudian melepaskannya begitu saja. Aku adalah orang yang sangat menghargai cinta dan ingin mempertahankan cinta yang kudapatkan. Karena bagiku mencintai bukan hanya saat kita berusaha mendapatkannya namun saat kita telah mendapatkan cinta itu. Sejujurnya apa yang telah kamu lakukan kepadaku saat itu telah memacu adrenalinku, membuat jatungku berdetak begitu keras dan cepat hingga rasanya jantungku akan keluar menuju ke hatimu. Tahukah kamu betapa sulit aku mengatur emosiku dan keinginanku untuk terus membalas pesan pesanmu, membalas perhatianmu bahkan aku ingin bertingkah seolah tak terjadi apa-apa di antara kita pun rasanya sulit.. Sangat sulit hingga aku selalu mengatakan bahwa aku merangkai berbagai alasan hebat untuk dapat menutupi betapa perasaan untukmu telah muncul dan tumbuhnya rasa rindu di hatiku yang kadang tak terkendali.

Cinta tak pernah berhenti berharap, berhenti berjuang, bahkan berhenti belajar untuk saling mengerti. setidaknya, aku pernah belajar untuk meneruskan perjalananku sebelum aku tahu apakah perjalanku membawa duka di hatiku ataukah memberikan sebuah harapan baru di hidupku !

Advertisement

Betapa aku selalu bertanya-tanya dalam hati, apakah kamu memiliki perasaan cinta padaku saat kamu memutuskan untuk memulai suatu rekayasa ajaib yang dapat membuatku mengalihkan perhatianku untukmu, untuk kita dapat saling bertukar pesan, bertukar cerita dan pendapat bersama.. Entah apa yang sedang terjadi padaku saat itu, begitu bersemangat untuk sebuah rekayasa cinta dengan harapan yang kosong kemudian habis tanpa jejak seperti debu diterbangkan angin.

Aku yang belum pernah mendapatkan perhatian seperti itu merasa memang terlalu cepat dan berlebihan atas apa yang kau lakukan kepadaku saat itu, tetapi akupun sadar bahwa kamu tidak memberikan hatimu seperti kata katamu saat itu, semakin berjalannya waktu, semakin sulit bagiku untuk dapat meyakini bahwa kamulah orang yang serius memiliki niatan baik untukku. Aku yang terpenjara oleh ilusi masa lalu yang begitu pekat tak dapat menilai dan mengetahui seberapa besar keseriusanmu kepadaku, bahkan telah dibutakan perhatian dan alasan alasan menakjubkan yang kau ciptakan untukku. Hingga aku tersadar bahwa memang bukan hanya aku yang diberikan perhatian olehmu, bukan hanya aku yang mendapatkan ajakan ajakan manis hingga pujian selangit yang membuat jantungku berdebar kian lama kian kencang memacu pikiranku yang mulai sulit membagi nafas dan konsentrasi karenanya.

Betapa cinta adalah permainan untukmu, apakah cinta hanya berakhir dalam anganku yang terus menerus merangkai suatu kejadian hebat denganmu? pantaskah kamu menerima ketulusan cinta tanpa akhir yang aku miliki? aku rasa, dirimu bukan orang yang tepat untuk itu.

Maafkan aku, namun memang setelah aku mulai tersadar dan mulai mengetahui betapa cinta bukanlah suatu hal yang penting atau bahkan perhatian serta niatan untuk saling mengisi dan saling memberi dalam suka dan duka bukanlah tujuanmu untuk melanjutkan hidup yang begitu indah ini. Kemudian setelah mengetahui bahwa dirimu adalah orang yang pandai merekayasa tentang cinta itu aku menjadi gundah dan bingung. Menurutmu, apakah cinta itu hanya memberikan perih? tahukah kamu bahwa perihnya mencintai dapat disembuhkan dengan cinta kembali? Aku rasa kamu belum pernah membuka hati dan pikiranmu untuk diisi oleh perasaan cinta.

Jika kau tak setuju dengan pendapat bahwa cinta itu adalah saling memiliki. Aku pun setuju dengan itu, karena kebahagiaan terbesar orang yang sedang mencinta adalah dicintai dan merasakan cinta adalah masa yang hebat dimana senyum tak sadar telah terkembang dari wajah kita, kemudian perasaan penuh harap muncul secara tiba tiba hingga gejolak cemburu mengusik hati dan pikiran! Tahukan kamu bahwa merasakan cinta yang bahagia sebanding dengan rasa sakit yang kita hadapi jika cinta itu telah habis masanya kemudian meninggalkan kita juga?

Cinta itu saling memberi, bukan saling memiliki. Apakah esensi dari memiliki jika kita memang tak akan pernah bisa menjalani kehidupan seperti orang yang kita cintai? Saling memberi perhatian, kasih sayang, memberi bantuan. Hingga memberi waktu untuk dapat dihabiskan bersama orang yang kita cintai adalah hal yang tak akan terganti karena setiap jiwa yang sedang merasakannya punya takaran bahagianya sendiri, entah di pikirannya atau mengobati hatinya yang rapuh.