Cinta kadang memang aneh, tak bisa berucap padahal hati teriak….

Hanya bisa melihatmu dan memikirkanmu untuk saat ini, dan tindakan terbaik lainnya adalah mendoakanmu agar tahu maksudku kalau aku selalu memikirkanmu. Berharap kau ada dalam bagian hidupku nanti, tapi hati selalu berselisih paham dengan bibir, hati teriak namun bibir tak bisa bergerak, seolah-olah dunia terhenti, semuanya menjadi kaku dan membatu saat melihat matamu, padahal hanya 3 kata (aku cinta kamu) tapi entah mengapa 3 kata itu terasa berat ku ucapkan, entah berapa ton jika diibaratkan dengan bebatuan.

Terkadang di rumah, aku belajar untuk merangkai kata dengan sebaik-baiknya, di depan cermin, di kamar mandi, dan pada saat di rumah sendiri, tapi tetap saja ketika aku berjumpa dengannya, semua buyar, semua membisu, dan hafalan untuk mengungkapkan perasaan kepadamupun pergi entah kemana rimbanya….

Melihatmu seolah-olah semua terasa sempurna, meski perasaan berontak ingin mengungkap rasa, tapi tak mengapa, mungkin saja karena belum waktunya…

Ada perasaan berontak ketika aku berjumpa dengannya, seakan-akan dunia berbisik, "Ayo katakan?" Tapi lidahku serasa kelu tak mampu berucap sama sekali, hanya bisa melihatmu dengan balutan senyum seakan hatiku tak ada apa-apa, padahal dada terasa sesak, badan serasa meriang, dan pikiran rasanya hendak melayang…

Advertisement

Saat melihatmu dunia berasa sempurna, penuh dengan bunga-bunga bermekaran dimana-mana, banyak pelangi, dan hari-hari serasa semangat tiap hari, yaaa… Walaupun cinta dan perasaanku belum bisa tersibak kepadanya, tapi suatu saat nanti dia pasti mengerti, ada orang yang selalu memperhatikannya setiap hari, mencintainya setiap saat, dan menantikannya hingga kini…

Mungkin Tuhan saat ini belum mengizinkannya, tapi esok pasti aku akan mengungkapkannya, biar seluruh dunia tahu, aku mencintainya, aku mengharapkannya, karena semua ada masanya, semua ada waktunya, dan semua ada artinya.