Mulai dari diselingkuhi berkali-kali, terikat dalam cinta yang tersembunyi, atau kekerasan fisik yang didapat bertubi-tubi. Bukankah cinta harusnya datang untuk membahagiakan dua hati? Mengajarkan untuk tumbuh lebih matang bagi masing-masing pribadi. Memberi peluk yang hangat saat masing-masing dari kalian terlihat menggigil hebat menghadapi cobaan. Dan menjadi rumah yang teduh untuk alasan pulang berkali-kali.

Meskipun pertengkaran sesekali datang, asal itu demi kebaikan yang menjadikan kalian berdua semakin saling memahami dan jatuh tenggelam lebih dalam pada cinta yang sama. Sejauh itu saja, maka masih wajar untuk dimaklumi. Tapi bila untuk alasan cinta kamu terluka baik fisik maupun perasaan, lantas di mana letak cintanya?

Sejuta rasa yang kamu tuangkan dalam hubungan tak lantas membuat dia memandangmu sebagai sosok yang layak dihargai. Bahkan sampai membuatmu merasa terbiasa dimaki, dan dilukai. Sampai kamu pun rela menerima kembali dia yang telah mendua hati. Lalu dimana letak cintanya?

Berhentilah menyerahkan dirimu pada kekerasan yang mengatas namakan cinta. Berhenti dari cinta yang tak mau menjadikanmu satu-satunya. Bila cinta, harusnya dia tak akan menyentuhmu dengan kasar sesuai keinginan hatinya. Bila cinta hatinya pasti hanya terarah padamu saja.

Berhentilah berkata sudah terlajur cinta. Kamu wanita berharga yang layak bahagia. Bila bukan dia, percaya saja bahwa Tuhan selalu punya hadiah terbaik bagi mereka yang rela melepas apa yang tak pantas berada dalam genggaman.

Advertisement

Memang cinta tak melulu tentang tertawa. Sesekali Tuhan sisipkan airmata agar kamu tahu seperti apa bahagianya bisa berjarak pejaman mata dan sujud saja dengan Pemilik semesta. Memohon pemulihan atas rasa sakit yang mendera didada serta kebuntuan yang kamu rasa. Tapi pertanyakan kembali jika cintamu selalu jadi alasan tertinggi munculnya perasaan dilukai. Masih pantaskah dia berdiri sejajar denganmu untuk menapaki masa depan bersama?

Buka matamu ladies, sejak dalam rahim ibumu, kamu dikandung agar kelak bisa dibahagiakan dan membahagiakan, bukan sebaliknya. Kamu berhak mendapatkan cinta yang baru. Dia yang bisa mengerti seberapa berartinya kamu. Jadi untuk sesaat renungkanlah. Mana-mana saja yang membuatmu menjadi lebih dewasa serta bahagia pertahankan. Sementara yang senantiasa membuatmu berderai airmata sebaiknya lepaskan. Karena apa yang sejak awal tertulis bukan untuk bersatu, sekuat apapun tanganmu memeluk, dia akan terlepas juga pada akhirnya. Lepaskanlah, kamu terlalu berharga untuk tertatih dan berjuang sendiri.