Setiap manusia yang diciptakan tentu berbeda-beda, namun perbedaan itu telah membuat sepasang manusia belajar. Belajar untuk saling memahami dan menyempurnakan. Begitulah perjalanan kita.

Setiap manusia yang berpasangan, mereka pasti memiliki kisah unik saat perjumpaan pertamanya. Bahkan bagi mereka yang belum bisa move on, pertemuan pertama adalah awal segala yang mereka sebut sebagai kenangan. Manis, lucu dan menyenangkan, walau ada pula yang membuka kisahnya dengan hal yang tidak menyenangkan. Tapi bagiku, awal perkenalan kita adalah suatu kesengajaan.

Kesengajaan dari Tuhan agar kita memperbaiki diri.

Tidak mudah menyatukan dua kepala dengan ideologi yang berbeda. Di saat orang bercanda gurau dengan hal-hal yang disebut romantis atau gombal, kita justru menghabiskan waktu dengan diskusi ala kadarnya. Tuhan memberi aku keyakinan akan masa depan, walau semua terasa sulit tapi ntah kamu selalu muncul tanpa kutau arah datangnya.

Kadang aku menaruh curiga, namun ternyata semua adalah sebuah kekhawatiran yang terlalu mengawang-awang. Banyakkah orang merasakan curiga, tidak percaya atau menebak-nebak kepada orang lain karena sebuah indikasi yang belum didalami? Sebaiknya harus mengurangi kadar itu, karena itu hanya menjadi kesia-siaan dan bahkan membuat mata serta hati ini buta untuk melihat perjuangan orang lain demi diri ini. Kadang seseorang hanya akan fokus pada apa yang telah dirinya lakukan dan men-judge kesalahan-kesalahan orang lain.

Advertisement

Percayalah sesuatu yang terlihat buruk, belum tentu berarti buruk.

Kemudian, kadang seorang pria tidak ingin mengatakan bagaimana cemburunya, tapi kadang perempuan menganggap itulah sebuah kecuekan yang mengindikasi tidak adanya rasa sayang. Bahkan kadang melupakan bagaimana perasaan orang lain hanya untuk memenangkan hati ini agar merasakan bahagia. Kadang perempuan tidak adil dan aku belajar dari itu.

Kebenaran akan selalu hidup dan takkan mati, begitupun dalam menjalani hubungan ini, apa yang menjadi kebenaran tentu akan terbukti dengan sendirinya dan saat itulah kita belajar untuk dewasa, bukan lagi "kamu salah dan aku benar ataupun sebaliknya" tapi kita mulai mengerti bagaimana puzzle ini harus tersusun agar tidak salah tempat yang menyebabkan saling menimpa dan menjadikan ada bagian yang tak terisi sempurna. Jika bagian puzzle itu sepasang namun tidak mengerti untuk meletakan posisinya, bagaimana akan tersusun dengan benar? Begitupun yang telah kita pelajari dari lamanya hubungan yang telah kita jalani, aku banyak belajar dari proses saling memahami.

Banyak pasangan yang langsung memilih pisah saat tidak ada jalan bagi mereka, namun kini kita paham bahwa bukanlah tidak ada jalan, namun kadang kita terlalu cepat mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan masak-masak. Masa depan bukanlah perkara cinta semata, tapi rasa nyaman, rasa mengerti satu sama lain, belajar untuk memahami. Karena masa depan akan lebih sulit dari hari ini, kita butuh genggaman tangan yang kuat bahkan lebih kuat dan dari situlah letak kepercayaan dan saling mengisi ialah penting.

Untukmu pria hebatku, terima kasih telah mau belajar melangkah dari nol bersamaku. Belajar dari ketidakadaan hingga selangkah demi selangkah kita menyusun puzzle ini walau belum utuh bahkan beberapa kali kita mengubah letaknya. Tapi, ketika sudah terbentuk sedikit demi sedikit, bahagia hati ini karena di situlah ada perjuangan kita untuk memahami, walau sakit-menyakiti memang kadang tidak terhindarkan, namun aku bersyukur kita melewatinya perlahan.

Kamu telah menjadi juara di hati ini, dengan segala hujan, panas, sunyi, gelap atau terangnya hari dalam perjalanan kita ini. Aku sepakat kamu bukanlah juara satu di hati ini. Iya, kamu bukanlah juara satu di hatiku karena artinya akan ada juara dua, tiga, empat dan seterusnya.

Kamu adalah juara satu-satunya! Karena kamulah orangnya yang telah berhasil membuatku belajar memahami apa itu masa depan, perjuangan dan rasa percaya. Izinkan aku untuk menjadi wanita hebatmu, bukan dengan prestasi gemilang semata, tapi hebat untuk terus bergenggaman erat bersamamu dan melangkah mewujudkan masa depan kita sesulit atau bahagia apapun hari-hari kita.

Untuk kamu, berinisial R.