Wahai Saudariku,

Untukmu ukhti Muslimah,

Malukah engkau dengan jilbabmu?

Fenomena aneh ini tentu bukanlah hal yang baru karena saat zaman jahiliyah tatkala perintah hijab belum diturunkan, masyarakat pada saat itu mungkin lebih parah dari zaman sekarang. Tapi bagaimana jika zaman ini lebih parah dari zaman jahiliyah? Dan Allah lebih mengetahui.

Wahai Saudariku, tulisan ini bukan berati men-judge anda yang berjilboobs itu pasti buruk. Tidak. Saya memaparkan bagaimana pandangan jilboobs di mata laki–laki. Dan sedikit saya singgung tentang jilboobs, sungguh hidayahnya hanya datang atas kuasa-Nya.

Advertisement

Tidak perlu lagi saya jelaskan apa itu jilboobs, entah laki–laki atau prempuan pasti telah paham maksudnya. Berita ini heboh sekitar tahun 2014 – 2015, hebatnya lagi semakin merebak bukan untuk ditutupi, namun malah berlomba–lomba dalam menyandang status jilboobs pada dirinya bahkan rela mengirimkan foto pribadi ke sebuah akun untuk dipublish.

Semua kaum adam pasti suka dengan salah satu keindahan yang ada pada tubuh hawa yaitu boobs. Tapi seberapa murahnya diri itu, wahai saudariku? Mereka buka mahram apalagi suami, namun kalian dengan tenang memperlihatkan auratmu.

Engkau tidak dapat mengatur pandangan kami, tetapi engkau dapat menutupi pandangan kami. Sehingga kami dapat menundukkan pandangan tanpa ada syahwat yang terus bergejolak.

Untukmu saudariku, saat kau mengenakan jilbab, adakah rasa yang terbesit dalam hatimu? Adakah rasa ingin tahu tentang kebenaran jilbabmu?

Wahai saudariku, jilbab adalah anjuran bagi kamu muslimah yang telah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Pantaskan engkau mengotori ajaran-Nya hanya karena ketidaktahuan diri atau tidak peduli dengan syariat, bahkan mungkinkah hatimu telah mengeras dan tertutup sehingga cahaya hidayah pun sulit kau terima?

Wahai calon istri–istri sholehah kebanggan Al-Rahman, Mari sejenak menyelami samudera hikmah dan kebijaksanaan. Meneguk sejuknya ilmu yang akan menghilangkan dahaga iman. Semoga sedikit ilmu ini dapat menjadi bukti bahwa diri ini telah berikhtiar menjemput hidayah-Nya.

Allah ‘Azza Wa Jalla telah memerintahkan kepada keluarga Nabi dan setelahnya adalah keluarga kaum muslimin. Dengan perintah yang akhirnya memiliki tujuan bagi yang mengamalkannya.

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33)

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)

“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)

Saudariku. . . .

Wanita muslimah laksana bunga yang menawan, wanita muslimah yang sholehah bagaikan sebuah perhiasan dunia yang tiada ternilai harganya. Begitu indah, begitu berkilau dan menentramkan. Tapi tatkala engkau menjadi sebesar–besar fitnah dunia bunga itu pun akan berterbangan diterpa badai. Dan sudah tidak berarti lagi.

Teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut. Namun tentunya, tak sembarang orang berhak meraihnya, menghirup sarinya, hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah yang dapat memetiknya meraih pesonanya.

Wanita muslimah adalah ibarat permata yang sangat berharga. Dan Islam menyuruh memperlakukan wanita sepeti permata yang sangat berharga. Yaitu permata yang tidak boleh disentuh oleh siapapun selain pemiliknya. Seandainya permata-permata itu berpindah tangan, niscaya ia akan kehilangan nilainya.

Saudariku. . . .

Bantulah kami para laki–laki yang ingin berhijrah kepada Tuhannya, dengan engkau menutup auratmu, menjaga kemaluanmu, menjaga sikap dan bicaramu, sungguh setiap harinya kami terus "berperang" melawan syahwat. Kami hanya ingin memuliakanmu menjadi sosok wanita yang nantinya menjadi istri orang–orang sholeh.

Wahai saudariku, tidak hanya kami yang diperintahkan untuk menudukkan pandangan, engkau juga telah diperintahkan. Wanita muslimah sejati ialah mereka yang menundukkan pandangan, dan mampu menundukkan pandangan lelaki.

Yaa, Ukhti . . . .

Tidak semua wanita berjilbab itu sholehah, itulah yang ada dipikiranmu untuk menampik semua nasihat para da’i, namun ingatlah WANITA SHOLEHAH PASTI BERJILBAB. Saat kau tidak mengenakan jilbab sebenarnya hal itu tidak ada efeknya bagi Allah dan agama-Nya.

Namun itu adalah pilihanmu, akan kau bawa kemana diri ini? Di surga Allah, atau neraka-Nya.

Saudariku. . . .

Tidaklah sama antara wanita mukminah dan wanita kafir. Wanita mukminah adalah perempuan yang beriman, berderma, berpuasa, memakai hijab, takut pada Tuhannya, ramah terhadap tetangganya, taat pada suaminya dan sayang pada anak-anaknya. Dia mendapatkan pahala yang besar, ketentraman, dan keridhaan.

Sedangkan perempuan jahiliyah, suka memamerkan kecantikannya, jahiliah, naïf, suka memamerkan pakaiannya bagai barang dagangan, komoditi murahan yang dijajakan di banyak tempat, tidak bernilai sama sekali, tanpa kehormatan, tanpa kemuliaan dan kehilangan religiusitas.

Dua golongan tersebut adalah sebaik–sebaik perhiasan di dunia dan sebesar–sebar fitnah. Maka pilihlah golonganmu.

Malukah engkau dengan Allah? malukah engkau dengan agamamu? sekarang mau kah engkau melepaskan predikat jilboobs pada diri? Maukah engkau menjulurkan jilbab sampai menutup dada? Dan maukah engkau menjadi sebaik – baik perhiasan di dunia?