Mengenalmu, seperti bertemu dengan sahabat dari masa lalu.

Rutinitas ini membuat intensitas pertemuan kita semakin sering, bahkan hampir setiap hari. Aku bukanlah orang yang mudah untuk percaya dan akrab dengan orang lain, apalagi dengan orang yang baru dikenal. Aku memang membatasi diri untuk berteman dilingkungan kerja. Tapi itu berbeda denganmu, sosokmu yang hangat dan bersahabat seperti aku telah mengenalmu dahulu, di masa lalu.

Awalnya tak ada yang istimewa, sampai kamu membuktikan bahwa kamu memang tak biasa.

Waktu yang kita miliki bersama semakin banyak, diskusi dan makan siang bersama menjadi ritual kita hampir setiap hari. Ya, pekerjaan ini mendekatkan kita. Level kedekatan kita perlahan naik, dari semula hanya diskusi tentang pekerjaan, akhirnya kita berdua mulai berani bercerita tentang kehidupan diluar pekerjaan. Bahkan aku yang cuek, mulai mengetahui jadwalmu di luar jam kerja. Entahlah, namun aku nyaman bersamamu.

Tidak ada yang salah, perasaan ini hadir tanpa dapat diabaikan.

Kehadiranmu seperti candu bagiku kini, aku akan resah jika tak melihat sosokmu di pagi hari. begitupun denganmu yang selalu menghubungiku ketika telah sampai di kantor. Aku marah jika kamu tidak membalas chatting. Kita akan mencuri waktu untuk bersama ketika ada kesempatan selepas bekerja. Nonton, karaoke, outbond, melihat sunset, semua itu kita lakukan untuk memperpanjang waktu kebersamaan. Aku tidak tahu tepatnya kapan, sepertinya aku telah jatuh cinta padamu.

Terjebak di sini bersama cinta kedua. Aku dan kamu, masing-masing telah terikat.

Perasaan ini semakin jauh dan dalam. Kamu pun menyadari dan mengakui hal yang sama. Cinta telah memanggil kita. Aku dan kamu tidak tahu berapa lama hubungan ini dapat bertahan. Aku juga tahu akhir dari ini semua adalah kata "perpisahan", walau tidak ada yang tidak mungkin di dalam kamus cinta, kita berdua telah terikat dengan janji suci bersama pasangan masing-masing.

Untuk saat ini, hanya kebersamaan yang dapat kita miliki.