Hai kamu yang baik hatinya, masih ingatkah denganku? Dulu aku dan kamu pernah kenalan di facebook.

Bagaimana kabarnya? Semoga tetap dalam lindungan-Nya ya, aamiin.

Lama ya kita tak bersua, meski hanya sekedar via inbox facebook. Sayangnya, setelah ku kirimkan pesan inbox tentang SMS kamu dan kekasihku (ketika itu), tanpa sepengetahuanku kamunya udah unfriend facebookku.

Mohon maaf atas kecemburuanku ketika itu ya kakak cantik, mungkin kamu lebih tahu bagaimana perasaanku ketika itu. Ya, kita sama-sama wanita. Dan inbox-an ku dengan kamu masih utuh hingga sekarang. Mulai dari perkenalan kita, tukeran foto dan yang terakhir tentang pernyataanmu yang saat itu bilang kamu ga akan menikah dengan My Special One.

Jika punya kamu sudah dihapus, atau lupa dan ingin kembali membacanya jangan sungkan untuk bilang ke aku ya, nanti ku screen-shotkan. hehe. Anggap saja nostalgia, hihi

Advertisement

============================================================================

Selamat ya, akhirnya seseorang yang kamu dambakan selama ini sebentar lagi menjadi milikmu seutuhnya. Dia lelaki yang baik, dewasa dan bijak. Selama 3,5 tahun mengenal dan bersamanya sedikit banyak aku tahu tentangnya. Sehingga ku yakin, kamu adalah wanita paling beruntung sebab bisa membuatnya jatuh cinta (lagi).

Aku titip dia ya, hingga detik ini dia adalah sosok yang sangat berarti dalam hidupku. Meskipun baginya aku tidak lebih dari seorang pengganggu. Ngenes ya, hehe (setelah dilambungkan ke awan aku dijatuhkan ke jurang, hehe, tapi alhamdulillahnya aku masih hidup).

Hampir 2 tahun yang lalu ada masalah yang cukup berat bagi hubungan kami, sehingga hal itu membuatku over protective terhadapnya.

Mungkin dia lelah dengan perdebatan yang ada. Hakikatnya, ketika ku marah, aku sama sekali tidak ingin lelaki yang kucintai pergi. Namun, rasa takut kehilangan yang teramat, akhirnya membuatku salah cara tuk menyampaikan rasa. Sehingga baginya, tidak ada lagi kebaikan di matanya terhadapku.

Aku titip dia ya kakak cantik. Dia adalah lelaki pertama yang ku kenalkan kepada kedua orang tuaku. Aku memang belum mengizinkannya ke rumah, sebab aku dan keluarga besar tinggal di lingkungan Masjid dan Madrasah. Dan keluarga cukup disegani di sini, sehingga aku belum diizinkan mengundang lelaki ke rumah sebelum mendekati hari H.

Beliau sering memintaku untuk silaturahim ke rumahnya, namun hanya ku penuhi sekali. Bukan karena apa-apa, aku pun bahkan ingin dekat dengan keluarganya. Tapi apa boleh buat, Ibuku belum mengizinkanku ke rumah seorang lelaki jika aku dengannya belum halal. Dan beberapa bulan yang lalu aku luangkan waktu untuk silaturahim ke rumah, menjenguk beliau yang kala itu sakit karena terjatuh dari motor.

Jadi kamu sungguh beruntung, ditakdirkan sebagai saudara, dan kini sebagai calon istrinya dan InSyaaAllah tak lama lagi akan menjadi istrinya. Kamu tak perlu melalui proses yang panjang untuk sekedar mengenalnya, kamu tak perlu menunggu lama untuk sekedar silaturahim dengan keluarganya. Betapa bahagia ya.

Alhamdulillah, sampaikan salam dariku untuk kedua orangtuanya ya.

Aku percaya kamu adalah yang terbaik untuknya. Alhamdulillah akhirnya beliau menemukan seseorang yang sekufu dengannya. Maklum, aku awam, bukan santri, bukan ustadzah dan bukan seorang hafidzah seperti kamu. Hehe.

Bahkan beliau terkadang menyebut saya sebagai seorang “Hafidzah Nyanyian”,hihi. Di awal beliau memintaku, aku sudah mengatakan ini berkali-kali, namun dia kekeh menginginkanku. Qodarullah, waktu dan keadaan mengubah semuanya dan yang kurasakan, dia tidak lagi bisa menikah dengan wanita yang tidak sekufu dengannya. Dan Alhamdulillah, ketika hubungan kami masih rancu, Allah hadirkan kamu sebagai penyejuk hatinya.

Terimakasih banyak ya, sudah menjadi penenang baginya J

Bukankah jika itu cinta karena Allah, tiada kebahagiaan selain mendo’akan seseorang yang kita cintai hidup bahagia.

Mungkin aku terlihat sok kuat ya? Benar, tidak ada yang bisa kulakukan selain turut mendo’akan untuk kebahagiaannya. Dan bohong jika kukatakan aku tidak sedih, hehe, dhohir dan batinku menangis. Jangan lupa do’akanku ya, semoga waktu membantuku untuk kembali bangkit dan mampu membuka hati untuk seseorang yang datang setelah ini. (Setelah berpisah dengannya, aku telah menolak 2 pria yang berniat serius denganku, karena aku harus menjaga hati untuknya)

“Sebab aku pun tak menyangka, ia akan semudah itu berpaling pada cinta yang lain”

=====================================================================================

Kamu yang baik hatinya, jaga dia untukku ya. Ingatkan dia untuk selalu mengenakan jaket dan masker saat akan berkendara. Ingatkan dia untuk membawa jaket dan kaos kaki double ketika mendaki gunung. Ingatkan dia untuk memakai selimut saat akan tidur. Ingatkan dia untuk tidak ngebut saat berkendara.

Kelak jika kalian berdua sudah menikah, kamu jangan memasak masakan yang terlalu pedas ya, yang sedang-sedang saja karena dia tak terlalu menyukai makanan yang pedas. Jangan lupa untuk membawa bekal air minum setiap mau bepergian ya. Dan jangan lupa menyiapkan segelas susu sebelum istirahat malamnya. Karena aku belum sempat untuk mengabdi padanya layaknya bakti seorang istri pada suami. Dan kini, ah entahlah, kamu juga wanita, tentu tahu bagaimana perasaanku saat ini.

Aku titip dia ya. Dia adalah lelaki pertama yang di dalam dirinya kubisa menemukan figur Ayah. Tidak ada yang lebih menenangkan selain bisa mendengar jika sekarang dia telah bahagia, meskipun bukan bersamaku.

Cukup bagiku mendengarnya telah menemukan figur shaliha seperti yang dia impikan selama ini.

Aku minta maaf ya, jika dalam tulisan ini kamu merasa ku menulisnya dengan emosi negatif. Terus terang, ku menulisnya dengan emosi negatif dan positif, tapi In SyaaAllah dominan positifnya kok, hehe. Aku hanya wanita biasa, pun awam, sekuat-kuatnya diriku, aku tetaplah wanita, yang akan tetap berusaha tersenyum meski hati menangis teriris.

Kamu pernah menangis dalam hati kan? Bukankah itu lebih menyakitkan? Secara fisik kamu harus tersenyum, namun hatimu tersiksa perih.

Maafkan aku ya kakak cantik, aku belum bisa mengikhlaskannya. Do’akan aku ya, semoga Allah berikan kekuatan lebih bagiku untuk menghadapi ujian ini. Di saat semua teman-teman kami sedang mengukir indah tanggal pernikahan mereka, aku justru harus kehilangan.

Langkah kami sebentar lagi, Qodarullah keadaan tak seperti yang diharapkan. Dan kini, hampir setiap hari aku harus menjawab pertanyaan-pertanyaan dari teman kami tentang rencana pernikahan kami dengan “senyuman palsu”.

=====================================================================

Aku menulis ini hanya untuk silaturahim dengan kamu. Sebab, jika pun nanti kamu menikah dengannya dan aku (mungkin) diundang, mohon maaf, aku tidak bisa hadir. Sehingga lebih baikku sampaikan melalui tulisan ini. Untuk sekedar menyampaikan selamat dan mengucapkan do’a kebahagiaan untuknya.

Selamat ya, akhirnya nanti dia beneran melamar kamu setelah kamu lulus. 🙂 (Dulu ku pernah membuka inbox kalian berdua, di situ dia bilang dia akan khitbah kamu kalau kamu sudah lulus. Aku cemburu, tapi dia bilang kamu hanya saudara dan dia bilang begitu atas suruhan Ayahmu. Aku percaya, meski feeling berkata lain).

Semoga kamu bahagia ya. Semoga dia juga bahagia. Barrakallahu lakuma wabarraka ‘alaikuma wajama’a bainakuma fii khoir.

Oia kakak cantik, jangan bilang ke dia ya jika ku tulis ini untuk kamu. Aku takut kebenciannya bertambah karena hal ini. Kita sesama wanita, Allah anugerahkan hati yang lembut, tentu kamu ga tega kan kalau dia semakin membenciku karena dia tahu tentang ini.

Tolong rahasiakan dari dia ya.

Dibenci dan dijauhi oleh seseorang yang pernah memilihku adalah hal yang paling menyakitkan. Tapi melihatnya berhenti berjuang denganku karena memilih memperjuangkan orang lain jauh jauh lebih menyakitkan.

Aku tidak mengharapkan tulisan balasan darimu kakak cantik. Kamu mau membuka dan membacanya adalah harapanku saat ini dan aku akan sangat berterima kasih jika kamu berkenan membacanya. Sekali lagi, aku titip dia ya kakak cantik, dia lelaki paling baik dan tidak pernah menyakitiku sedikitpun. (Terdengar hiperbola mungkin, sebab meskipun dia pernah menyakiti, tapi kebahagiaan dan senyuman jauh lebih indah untuk diingat daripada luka itu sendiri. Dan bagiku, aku tidak ingin menghapus 9 kebaikan seseorang hanya karena 1 kesalahan yang pernah dilakukannya. Sebab tugasku hanyalah mencintai dia dengan sebaik-baiknya).

“Untukmu wanita yang berhasil membuat lelakiku jatuh cinta (lagi) dan berpaling”, aku ucapkan banyak terima kasih.