Pertemuan kita yang tanpa sengaja itu nampaknya membuat kesan yang cukup mengagumkan bagimu, malam awal cerita kegelapanmu baru saja sempurna dimulai menurutku. Entah atas dasar apa kau keras kepala berdiri di depan sini dan tak akan beranjak lagi katamu, dan aku yang masih terheran-heran tak mengerti akan sikapmu dan hanya tertawa kecil menganggapmu gila.

Tapi justru kamu dengan keras kepalamu yang luar biasa mengatakan bahwa kau siap berperang mengusahakanku dengan cara apapun ku acuhkan kamu begitu dalamnya. Tapi kau tunjukkan rasa sayang yang begitu hangatnya,

Kamu dengan keras kepalamu berusaha dan aku dengan keras kepalaku menolak, entah sampai kapan permainan kita akan berlangsung.

Tak cukup sampai di situ semakin hari kamu semakin menunjukkan rasa sayang yang menurutku cukup luar biasa dan sungguh ini membuatku merasa iba, kuberanikan diri berdiskusi denganmu untuk menyudahi segala rentetan perjuanganmu, memintamu pergi dengan beribu kata maaf, nampaknya itu semua sama sekali tak membuatmu menyerah kau masih mematung di tempat itu untuk menyambut tanganku

Bukan hanya itu justru kau semakin menjadi-jadi mengusahkanku tanpa takut kehilangan akal kali ini kau dengan manis mengirimiku setangkai bunga mawar setiap harinya, sungguh wanita mana yang awalnya sedikitpun tak mempunyai perasaan kalau diperlakukan selayaknya bidadari tak tergoda.

Advertisement

Bukan hanya sebatas ini, kau sering melakukan hal-hal yang mungkin menurut orang lain klasik tapi sungguh aku sangat mengharapkannya dari pria yang kelak menjadi imam dalam kehidupanku, kau selalu gencar mengingatkanku bangun di sepertiga malam terakhir, sungguh ini sangat membuatku bergejolak seandainya aku ingin menerimamu aku tak punya cukup alasan yang kuat untuk itu.

Menolakmu bukan hanya satu atau dua kali kulakukan tapi apa yang terjadi kau masih berdiri dengan kokohnya tak akan pergi sebenarnya membuatmu menunggu dengan keangkuhanku ini menyakitkan