Dear, aku minta maaf bila keakrabanku dengan banyak teman laki-laki membuatmu marah lagi cemburu. Bukannya aku berniat membuatmu marah, tapi aku hanya tak bisa menjadikan hubungan kita sebagai sekat yang membatasiku mempunyai banyak teman.

Dalam hal pertemanan aku tidak membatasi apa dia laki-laki atau perempuan. Bagiku teman ya teman, selamanya akan tetap begitu, baik itu perempuan maupun laki-laki. Begitu pula terhadap orang yang punya tempat istimewa dalam hidupku, tidak peduli seberapa banyak masalah datang mendera, kamu akan tetap tinggal di hatiku.

Kamu mungkin kesal bila menyaksikan ada beberapa teman laki-lakiku secara terang-terangan menunjukkan sayang yang berlebihan padaku. Aku maklum kalau kamu cemburu. Tetapi kumohon jangan biarkan kemarahan menguasaimu akibat kecemburuan yang buta. Sehingga kamu lupa kenyataan kalau aku sama sekali tidak pernah menanggapi. Aku malah cuek setengah mati pada mereka.

Dear, kamu tahu tidak betapa sulitnya menemukan hati laiknya hatimu? Yang mencintaiku dengan segenap penghargaan dan rasa sayang yang menguatkan. Tahu betapa sulitnya hal tersebut, aku tidak akan melakukan hal bodoh dengan terpikat pada hati lain selain hatimu.

Dear, jangan marah lagi yah, apalagi melampiaskan kemarahanmu pada seseorang atau sesuatu yang tak punya sangkut-paut dengan kita. Bukankah itu tidak adil namanya? Sedang kamu tak capai-capainya menyadur kata-kata almarhum Pram kalau kita seharusnya berlaku adil sejak dalam pikiran.