Saat kamu datang membawa cinta.. Saat itu aku mulai menemukan kebahagiaanku lagi. Meski waktu itu aku memang masih belum siap untuk jatuh dalam cinta lagi, karena cerita panjang yang pernah aku lalui.
Aku masih takut dan trauma pada pedihnya harapan palsu. Karena aku pernah percaya dan berharap, namun akhirnya aku kecewa oleh harapanku sendiri.

Untuk itu, aku memintamu menungguku, meyakinkan raguku hingga aku siap untuk jatuh cinta lagi. Siap? Sampai kapan? Sebenarnya ini hanya alasan saja, aku ingin lihat sejauh mana perjuanganmu untukku, untuk kita. Aku ingin memantaskankan kamu untuk menyimpan hati ini, untuk membalas cinta ini, karena bagiku, cinta adalah sesuatu yang sakral. Dan aku juga pernah terluka oleh cinta, untuk itu aku tak mau sembarangan memberikan cinta ini.

Beri kisah kita sedikit waktu, semesta mengirim dirimu untukku.

Kamu memang dikirim dan ditakdirkan untuk bertemu.. Masih ingat saat kita pertama bertemu? Aku jelas masih sangat ingat tentang itu.

Sampai di mana akhirnya, akhir alias ending dari cerita kita ini, kamu berhenti berjuang, kamu berhenti menunggu. Entah itu karena lelah, ataupun ragu kepada kelabilan aku, ataupun kamu sudah menemukan dia yang lebih baik dari aku. Tapi sepertinya kamu sudah menemukan dia. Memang aku tak pernah melarangmu untuk menemukan dia, tapi ketahuilah, itu hanya tantangan untukmu berjuang, hanya sebuah ujian untuk lulus.

Advertisement

Tak ada kepastian dan tak sedikitpun terucap, untuk tetap tinggal atau meninggalkan aku. Terkadang melelahkan untuk selalu berharap esok akan seindah dulu.

Kamuuuu, aku minta tunggu kok malah ditinggalin? Apakah kamu lelah menunggu? Jika sudah lelah katakan saja. Toh aku juga suka sama kamu, aku sejujurnya menunggumu untuk mengungkapkan cinta padaku. Siapa yang akan menolak cinta? Cinta adalah anugerah terindah yang pernah ada. Tak ada insan manusia yang tidak bahagia jika ada cinta.

Hati mungkin sedikit terbawa dan berharap. Sebenarnya apa yang kita tunggu? Aku nunggu kamu, kamu nunggu aku.

Hingga kejamnya waktu, menarik paksa kau dari sampingku, belum sempat kuucapkan cinta ini.

Apakah kita adalah rasa yang tepat di waktu yang salah? Tak ada yang kebetulan, aku yakin kamu datang karena sebuah takdir dan pergi karena sebuah takdir juga.

Untuk itu, aku ikhlas atas semua yang terjadi ini, terima kasih telah memberikan harapan namun harapan palsu. Terima kasih telah meluangkan waktumu untukku.

Dari aku yg berharap kamu bilang "I love you".