Hari berganti minggu, minggu bertambah menjadi bulan, hingga bulan berlalu tergantikan oleh tahun. Serentang masa yang tidak sebentar untuk sebuah penantian. Bukan penantian biasa, melainkan sebuah penantian yang melibatkan peranan hati di dalamnya. Entah sudah berapa banyak hari pengharapan yang terlewati, berharap dia yang dinanti bisa menyadari.

Mencintai dalam diam itu sedikit menyakitkan, sisanya adalah keindahan.

Banyak dari kita yang menganggap bahwa cinta itu seharusnya diungkapkan, bagaimanapun caranya. Tapi tidak…. Cukup rasa ini tersimpan rapat dalam hati. Biarlah Dia yang menguasai seluruh hati yang menyampaikannya, dengan cara yang indah. Karena hanya Dia yang mampu meniupkan perasaan cinta, meskipun tidak ada kata yang sempat terucap.

Bisakah kau bayangkan alangkah indahnya suatu masa, ketika engkau dipersatukan dengan seseorang yang senantiasa kau sebutkan dalam doa. Pertama kali saling membalas ungkapan cinta, ketika engkau berdua telah diikat oleh suatu ikatan yang disaksikan oleh-Nya.

Tak mudah memang, dengan begitu banyaknya godaan yang silih berganti datang. Tapi, doa dan pengharapan menjadi sumber ketenangan yang akan selalu menguatkan. Selalu percaya bahwa untuk meraih ridho dan keberkahan, jalan yang ditempuh haruslah benar. Alangkah ironisnya ketika kita memohon ridho-Nya tapi kita mencoba meraihnya dengan cara yang dilarang oleh-Nya.

Advertisement

Jika memang dahulu pernah kau coba untuk mencuri-curi kesempatan, melintasi jalan pintas yang tidak seharusnya kau lewati, anggaplah itu sebuah pelajaran yang Dia inginkan kau untuk mempelajarinya. Pastikan bahwa tidak akan terulang lagi kesalahan yang sama.

Toh jika memang dia yang senantiasa kau sebut dalam doa tidak ditakdirkan denganmu, mungkin suatu saat kau akan dipersandingkan dengan seseorang yang selalu menyebut namamu dalam doanya. Percayalah..