Semuanya begitu indah, bahkan sampai detik ini tidak sedikitpun aku melupakan indahnya perasaan itu. Disaat aku benar-benar ingin mengungkapkannya tepat di depanmu, mengatakannya dengan nyaring disaksikan semua orang bahwa aku mencintaimu. Perasaan yang terlanjur tumbuh dan hadir dalam setiap malamku. Perasaan untuk selalu ingin menatapmu disetiap hari-hari yang melelahkan.

Sebenarnya semua cukup sampai di situ saja. Layaknya seorang yang mengabaikan seorang pemimpi tingkat tinggi, kau bisa saja melakukan semua itu padaku. Seorang bocah yang jatuh cinta pada masa sekolah, kau bisa saja menolaknya.

Tapi saat itu kau melakukan kesalahan terbesar dalam hidupmu, kau memberikan kesempatan kepada pengecut ini. Kau membuka pintu itu dan membiarkannya masuk.

Semua begitu indah, kekasih. Kata-kata sederhana yang bisa membuatku melambung dibawa rasa cinta. Mengambang di udara, meledak menjadi jutaan mawar beraroma. Ucapan apa kabar, selamat tidur, tugas, dan segala macamnya yang terasa berbeda. Bunga cinta biduk remaja yang sedang dimabuk asmara. Aku mengucapkan janji bahagia tentang kita yang tidak tahu bisa kutepati. Janji cinta yang seharusnya cukup dipendam saja. Kesalahan keduamu, kau menanggapi semua janji-janji itu. Kau terlanjur menganggap itu semua akan ditepati oleh pengecut ini. Itu kesalahanmu, kasih! Kau terlalu serius menganggap ini cinta sejati!

Sekarang, puluhan bulan kita bersama dengan perasaan yang mulai berbeda. Kau masih saja menyimpan perasaan yang sama. Ucapan selamat pagi, makan, dan semua wujud kepedulian itu masih saja kau ucapkan. Mungkin dirimu benar-benar jatuh cinta dibungkus dengan semua janji manis itu. Bahkan kau tidak peduli dengan diriku yang mulai berbeda. Itu adalah kesalahan ketigamu.

Advertisement

Begitu banyak kesalahan-kesalahan yang kau lakukan dalam kisah cinta ini, kasih. Jangan buat kesalahan lagi dengan tetap berharap padaku.

Berhentilah menunggu pengecut yang hanya mampu berkata-kata terbawa asmara, namun tidak bisa apa-apa. Masih banyak diluar sana yang mungkin benar-benar menginginkanmu dan tidak pengecut .

Diriku, biarlah larut dalam semua penyesalan ini. Penyesalan karena tidak mampu memendam semua rasa. Penyesalan karena tidak bisa membedakan cinta dan obsesi belaka. Kesalahan mengumbar janji tanpa tahu kemampuan untuk menepatinya. Sungguh aku bersumpah, ini bukanlah karena ada bunga yang lebih mekar di luar sana. Sungguh bukan karena itu, kasih. Aku tidak ingin semakin hari melukaimu, membual mengatakan semua masih terasa sama seperti dulu. Aku tahu itu akan menyakitkan bagimu.

Kekasih, sedang apa kau di sana? Kau masih memikirkanku, bukan? Terima kasih untuk cinta suci yang pernah kau tambatkan. Mungkin suatu saat nanti aku akan menyesal melepaskanmu, karena kau mungkin yang terbaik untukku. Kau yang mengerti dengan semua kebodohanku. Kau orang yang tertawa melihat kekonyolanku.

Namun, sayangnya sampai saat ini aku tidak bisa mengimbangi besarnya cintamu. Lihatlah kasih, betapa pecundangnya diriku.

Lisan ini begitu berat, untuk mengatakan ‘semuanya terasa berubah’. Tidak semudah mengatakan ‘aku mencintaimu, maukah kah mendampingiku disetiap hari yang melelahkan?’. Kata-kata itu yang membuatmu mengambang dibawa jutaan mawar yang mekar, bukan? Aku yakin kau akan marah besar dan membenciku sebagai seseorang tidak tahu diuntung. Atau kau akan menganggapku sebagai tukang pecundang perangkai kata. Tentu saja kasih, kau pantas melakukannya bahkan lebih. Semua poros kesalahan ada padaku. Kau bisa membenciku dan mengatakan kepada semua orang berhati-hatilah dengan pengecut sepertiku. Sungguh tidak apa.

Lima tahun kedepan, entahlah apa yang akan terjadi. Semua hal bisa terjadi. Kemungkinan pertama aku akan tersenyum bahagia melihatmu berdampingan di pelaminan dari kejauhan karena tidak diundang. Semoga saja dia bisa membalas cinta tulusmu yang begitu besar. Kemungkinan kedua, mungkin saja aku akan menyesal pernah melepaskan merpati terindah yang pernah kumiliki. Mungkin saja suatu saat aku akan sampai pada tahap memahami bahwasanya kau adalah cinta sejatiku dan penyesalan itu akan berbalik menujam hati.

Cinta monyet yang sebenarnya adalah cinta sejati. Kemungkinan ketiga, tuhan akan kembali mempertemukan kita dengan kondisi yang berbeda. Saat aku sudah mengerti tentang bagaimana kita saling melengkapi, saat aku mencintaimu bukan sebagai bocah ingusan yang jatuh hati pada minggu pertama namun bosan pada minggu kedua.

Entahlah, sampai saat ini semua perasaan itu belum bisa kudefinisikan. Tapi satu hal yang pasti akan terjadi adalah : aku akan saat menyesal jika lelaki yang di pelaminan itu adalah aku dan semua perasaan masih tetap sama seperti saat ini. Aku takut membuat merahmu memudar, mawarku. Biarlah, aku berjudi dengan semua perasaan ini.

Sekarang, biarlah semua mengalir bersama waktu. Kau bebas melakukan apapun. Mengumumkan ke semua orang bahwa aku si pengecut yang paling kau benci. Atau mungkin mencari sesosok orang yang membuat kau bisa melupakanku. Berhati-hatilah dengan seseorang yang terburu-buru mengungkapkan perasaanya, kasih. Jangan buat kesalahan yang sama dengan tetap mencintaiku yang sekarang dan tidak peduli dengan semua penjelasan.

Diriku, biarlah aku meniti sendiri jalan kecil berliku ini. Tidak apa aku lelah dan terluka tanpa ada yang menemani. Anggap saja ini karma bagiku, karena bermain dengan cinta tulus yang kau miliki.

Salam,

Pengecut yang kau cintai dengan sepenuh hati