Sayang…pada hakekatnya semua orang berhak untuk berbahagia, bagaimanapun jalan yang dipilih. Entah harus berjuang terlebih dahulu atau didapatkan dengan cara yang sangat mudah. Hal ini pun berlaku kepada kita berdua. Ketika akhirnya aku dan kau menjatuhkan pilihan pada masing-masing kita, maka seperti yang pernah kau katakan, mungkin kita berada dikemungkinan pertama.

Sejak awal kau memintaku untuk percaya, bahwa segala proses yang tidak mudah ini akan membawa keindahan setelahnya.

Bahwa selalu ada pelangi setelah badai.

Bahkan badai yang paling badai sekalipun.

Tapi sayang, apa kau tau? Bahwa cinta yang baik seharusnya tidak akan menghadirkan hal-hal yang tidak baik terhadapmu? Ia juga tidak akan membuat duniamu menjadi terlalu rumit dan menghadirkan kesedihan yang datang terus menerus sehingga membuatmu sendu.

Cinta yang baik seharusnya membawamu semakin dekat dengan kebahagiaan.

Advertisement

Membuatmu merasa nyaman dan selalu menghadirkan pelangi terbalik diwajahmu. Bukan sebaliknya..

Ketika bersamamu adalah kebahagiaan yang selama ini aku cari. Tapi…apakah hal itu berlaku pula padamu? Karena sayang, obsesi dan benar-benar membutuhkan dipisahkan oleh sekat yang begitu tipis hingga sangat sukar untuk dibedakan apabila tidak kau pahami sedemikian rupa. Maka dari itu, berpikirlah dengan sangat matang. Karena seperti yang kita berdua tau, disetiap pilihan terdapat konsekuensi yang sangat besar didalamnya dan ketika kau sudah menentukan pilihan, tidak akan ada jalan pulang untuk kembali. Sebelum terlalu jauh, berpikirlah kembali. Apakah memang ini yang kau cari? Apa memang aku orangnya? Karena kita tidak bisa mencapai kebahagiaan sementara orang disekeliling kita merasakan hal sebaliknya. Kita tidak boleh seegois itu.

Menurut teori, wujud kebahagiaan tidak hanya dengan ending bersama selamanya berdua.

Bahwa ternyata ada option lain yang memang sangat pahit, tetapi yakinlah mungkin itu yang terbaik. Karena katanya, terdapat dua macam orang yang menyentuh kehidupanmu. Pertama, seseorang yang akan hidup selamanya bersamamu. Dan yang kedua, seseorang yang hanya singgah sebentar kemudian pergi hanya untuk membuat kau belajar. Mungkin harus selalu kuiingatkan padamu, bahwa kita tidak boleh melupakan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Bahwa hidup tidak melulu menjanjikan hal manis didalamnya.

Aku sangat mengerti, bahwa keinginanku untuk mundur hanya menambah-nambah bebanmu. Tapi sayang, melepas secara paksa genggaman orang lain dengan pasangannya merupakan hal yang sangat buruk. Juga menyaksikan mimpi dan kehidupan seseorang hancur karena keberadaanku adalah hal yang tidak ingin kulakukan.

Aku tidak pernah ingin berada diposisi itu, sayang… Perasaan bersalah akan selalu menghantui seumur hidupku. Aku menginginkanmu, tapi aku tidak akan sejahat itu. Rasanya aku lebih bisa merelakanmu kembali pulang. Membangun kembali semua yang memang sedang kacau balau karena aku. Kau sudah melewati sekian tahun dengannya, terlalu banyak kenangan dan mimpi-mimpi yang diperjuangkan untuk dipatahkan oleh keberadaanku yang baru beberapa saat ini.

Aku tidak ingin membawa hal-hal buruk kedalam hidupmu.

Aku lebih rela melihatmu bahagia meski tidak bersamaku. Bukan karena aku tidak menginginkanmu, tapi mereka membutuhkanmu. Aku sangat menginginkanmu, namun rasa inginku sangat dekat dengan kerelaanku untuk melepasmu bila itu yang menjadi pilihanmu nanti. Mungkin terlihat egois dan tidak memikirkan perasaanmu, tapi aku yakin kau akan baik-baik saja. Kau berada ditangan yang tepat.

Tidak perlu kau khawatirkan aku.

Walaupun kehilangan merupakan suatu hal yang sangat menyedihkan dan menyebalkan. Aku akan baik-baik saja sayang…