Tak bisa kita pungkiri, pertemuan diantara aku dan kamu adalah hal yang paling membuatku senang sekaligus khawatir. Kekhawatiran manakala kita tahu bahwa keyakinan kita berbeda. Tiada rasa sesal terlempar sedikitpun, begitupun kecewa sama sekali tak menghampiri. Bersyukur adalah cara kita saling mengenal, tanpa perdebatan rumit tentang kayakinan yang terpegang kokoh didalam hati. Mencoba belajar menerima dan memahami adalah cara kita saling mendewasakan diri. Saat itu ucapan yang membuatku mulai berharap terlontar dari bibirmu

“kalau Tuhan mempunyai cara untuk mempertemukan dua orang yang berbeda, Tuhan jugalah yang akan membuatnya berakhir, entah dengan kesedihan atau kebahagiaan. Mungkin usaha yang sedikit lebih keras akan membuatnya menjadi lebih indah”

Ketika Duduk Berdampingan Adalah Perhatian

Dua kursi di baris ketiga adalah favorit kita. Saat kamu terlambat, aku membiarkannya kosong sehingga kamu bisa duduk disana, begitupun sebaliknya. Tak ada rasa canggung untuk berkata bahwa kursi itu sengaja kita siapkan untuk salah satu dari kita. Bahkan tak jarang ketika salah satu diantara kita absen, kursi itu tetap kosong. Begitu sederhananya perhatian yang saling kita tunjukkan. Ya, sederhana atau mungkin kita tidak tahu bagaimana kita saling memperhatikan. Aku berharap suatu hari kamu akan duduk dibelakangku, diatas sajadah menjadi makmum yang mencium tanganku ketika selesai menghadap Tuhan. Tapi mungkin kamu berharap sebaliknya, bahwa akulah yang menemanimu disana. Kita sama sekali tak tahu dan tak mau mengkhianati Tuhan.

Doa Kepada Tuhan Adalah Cara Saling Menjaga

Advertisement

Protektif bukanlah cara kita saling menjaga, karena aku dan kamu bukanlah kekasih. Belum pernah sekalipun aku ataupun kamu yang mengucap cinta maupun sayang. Walaupun tak bisa dipungkiri rasa cinta jelas terbayang dari sikap dan perhatian. Rasa percaya dan kasih Tuhan yang menjadi landasan untuk saling mencurahkan perhatian.

Aku dan kamu percaya Tuhan adalah sebaik-baiknya penjaga. berdoa walau dengan cara yang kita yakini masing masing. Aku yang ketika sujudku menyebut namamu agar Tuhan memberi yang terbaik untuk kamu, aku, maupun kita. Dan akupun yakin, bagaimanapun cara kamu berdoa, kamu pasti akan mendoakan yang terbaik untuk kita berdua. Karena kita yakin, Tuhan yang akan menjawab doa kita lewat takdirnya.