Untukmu, dengan penuh cinta.

Untukmu yang selalu ku rindu dalam doa – doa di sepanjang sujud malamku.

Untukmu yang telah memeluk resahku disepanjang waktu yang telah berlalu.

Di sini aku baik – baik saja dan semoga Allah selalu senantiasa berkenan menjaga.

Di sini aku masih menyusun mimpi – mimpi itu dan merajut segala asa.

Advertisement

Di sini ku beranikan diri menorehkan cahaya kehidupan untuk jiwa yang kemarin sempat padam.

Wahai engkau yang mencumbu khawatir di dalam lantunan dzikir.

Di sini aku simpan erat semua asa.

Di sini aku tetap setia pada doa – doa yang sama.

Yang dengan sabar menanti jawaban atas segala surat yang telah ku kirimkan pada-Nya.

Aku akan baik – baik saja.

Bagaimana dengan kau di sana ?

Ku harap kau tetap ingat hak atas jiwa ragamu dan tetap berdiri setegar yang aku faham.

Ku harap kau tak lupa atas mata dan hati mu yang juga menuntut untuk mendapat haknya.

Lelahmu, bayarlah semua itu.

Percayalah bahwa di sini aku pun tengah meramu impian itu.

Agar ia mekar di saat – saat yang memang benar telah digariskan baginya.

Di sini aku merajut semua harapku, agar kau tau aku tak lagi menggalaui rindu – rindu palsu.

Tetaplah pelihara hati ini sedemikian rupa.

Agar ia tak melupa Sang Pemilik Cinta Maha Sempurna

Wahai engkau yang melukis sejarah berukir kisah.

Engkau yang saat ini tengah mengurai lantunan cerita sepanjang malam.

Meniti segala makna memecah kesunyian di dalam gelap.

Tersenyumlah ! Karena Allah Maha Tahu bahwa hati ini tetap menjaga namamu.