Hey kamu… Ya, kamu yang sampai saat ini masih dihati, sedangkan kau masih berkeras memilih pergi, dan aku masih berkeras agar kita mempertahankan hubungan ini, pertemuan kita mungkin bisa dihitung jari, namun bagiku sangat berarti, terkadang hati ini masih tidak mengerti mengapa kamu sekeras ini, dan hati ini pun masih berharap kamu kembali.

Rasanya hati ingin berjuang dan memperbaiki namun bagimu tidak berarti lagi, sayang, aku dan kamu pun tahu yang akan kita hadapi sejak awal menjalani, namun kenapa kamu menyerah secepat ini? Tak berarti kah hadirku lagi? Tak berarti kah lagi bagimu segala upayaku mempertahankan hubungan ini?

Sayang, aku memang bukan yang terbaik, tapi kupastikan kukerahkan segala upaya agar kamu bahagia dan tidak menyesal telah memilihku nantinya. Seandainya kutahu lebih dulu, yang memisahkan kita adalah masa laluku, ingin rasanya kuputar waktu, kuperbaiki segalanya, agar saat ini kita tetap bersama. Pada akhirnya yang bisa kulakukan saat ini hanya terus memperbaiki diri agar layak mendampingimu nanti.

Seandainya kamu bertanya apa yang paling kuinginkan saat ini, jawabannya adalah kamu tetap bertahan dan kita mulai kembali, aku tahu kamu tidak menyuruhku menunggu, tapi rasanya hati ini belum layu dan masih mampu berharap kepadamu.Terimakasih sudah mengizinkanku bersama mu melewati hari-hari, satu hal yang pasti, akan kurindukan pelukanmu, ciumanmu, canda tawamu, ekspresi datarmu, ceritamu, segalanya tentangmu.

Dan akhirnya, kurelakan kamu pergi mengikuti kata hati, akan kuperlihatkan perkembanganku memperbaiki diri, hati ini tetap berharap kamu kembali saat kamu telah yakin diri ini telah layak untuk menemanimu nanti 🙂 terimakasih sudah singgah di hati, walaupun kemudian pergi.