Sempat mengenalmu itu merupakan kebahagian tersediri untukku, berharap menjalin sebuah hubungan denganmu itu pernah aku bayangkan, tapi entah kenapa dan karena apa semuanya berubah begitu saja semenjak sikapmu yang berubah seketika dan mulai membuat jarak di antara kita, sampai saat ini aku masih bertanya-tanya apa yang membuatmu pergi begitu saja tanpa ada ucapan kalimat ‘ selamat tinggal’ untukku. apakah aku punya salah denganmu? apakah aku pernah membuatmu kecewa?

ingin sekali aku mempertanyakan ini semua padamu, tapi apa yang bisa aku lakukan aku tak punya keberanian untuk itu karena kita hanya sebatas kenal dan mungkin kamu menganggap hanya teman, tak lebih dari itu, tapi jika kamu tau bahwa disini ada seseorang yang menunggu untuk kamu sambut hatinya, bukan untuk kamu tinggalkan begitu saja.

aku tak pernah menyalahkanmu, karena aku tau perasaan memang tak bisa untuk dipaksakan, mungkin hanya aku yang punya perasaan ini dan kamu tidak, jadi wajar saja jika kamu pergi begitu saja tanpa memikirkan perasaanku terimaksih aku ucapkan padamu karena kamu sempat memberikan perasaan yang indah buatku, perasaan sempat berharap padamu, perasaan sempat ingin memiliki hubungan denganmu, dan perasaan bahagia karena pernah kamu perkenalkan di tengah-tengah keluargamu. yaa… aku merasakan bahagia saat itu.

untukmu lelaki yang ada dihatiku, mungkin memang sekarang kamu belum memilihku, tapi tak ada yang tidak mungkin di dunia ini, jika memang kamu adalah seseorang yang ditakdirkan Tuhan untukku aku yakin suatu saat pasti ada jalan untuk kita memulai dan menjalin hubungan kembali. Aku selalu berdoa untuk itu.