Apakah kamu ingat kita pernah melalui sebuah gelapnya malam? menyusuri jalan yang seharusnya terang. Disana cukup banyak orang tapi percayalah hanya ada kau dan aku. Apakah kita akan terus melangkah? Percayalah hati lebih dari ini pernah kita lalui, dan jangan berhenti disini. Aku memang bukan siapa-siapa, aku bukan lelaki yang memanfaatkan jabatannya untuk dekat dengan seorang wanita, melakukan cara yang berbeda itulah tugasku. Denganmu aku bahagia, denganmu juga aku jadi tau artinya rindu. Rindu yang seringkali mengganggu, pantaskah aku rindu? Apakah kamu juga rindu?

Banyak ibrah yang sudah engkau beri, tapi apa yang sudah aku beri? Kurasa aku hanyalah benalu yang menempel dihidupmu. Sementara ini aku berusaha melupakan rindu, tapi hati ini sadar hanya ada kau dan aku. Kita pernah berbicara tentang jodoh, kamu pernah bilang jika jodoh itu sesuai tingkatannya, aku rasa tidak. Akankah ada kenangan yang akan kita buat untuk kedepannya? Akan adakah nonton sebuah konser lagi? Akan adakah kegiatan memberi makan rusa? Berjalan bersama ditanah haram? Berbincang – bincang akan hal yang kita sukai? Berbeda pendapat tentang sains? Hari ini hari Jum’at 02 desember 2016, sayyidul ayyam. Do’a yang akan terus aku panjatkan, Allahummaghfirlii waa li waa li dayya warhamhuma kamaa rabbayana shighara. Rabbana milladunka rahmah innaka anngtal wahhab. Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqinaa imama. Allahumma zawwijni zaujatan shaalihatan.

Semua khayal seakan kenyataan, tapi….

Aku tau kamu sibuk, sibuk dengan tugas kuliah, sibuk dengan tugas sebagai ketua angkatan. Tapi sekitar jam 7 kemarin kamu buka Instagram, apa yang kamu lihat? Aku? Tentu tidak. Pesan dariku saja tidak kamu lirik, ada apa? Apa yang terjadi? Apakah kamu mempunyai misi tersendiri? Mengapa aku bertanya seperti ini sedangkan aku bukan siapa – siapa kamu? Mencintai sahabat sendiri memang sulit, tentu ini menjadi sebuah beban. Jika mencintaimu adalah hal yang dianggap salah, maka aku akan menjadi orang yang salah setiap harinya. Tapi aku beruntung bisa mencintai kamu sebagai sahabat, harapan tak boleh mati. Status sahabat ini semoga berubah menjadi kekasih tetapi tidak untuk sekarang ini.

Cinta, ada dua pilihan dalam cinta bagi seorang lelaki yaitu antara menafkahi atau mengikhlaskan. Tentu keduanya menjadi pilihan yang sangat sulit, tetapi mengikhlaskan akan terasa lebih sulit. Ah sudahlah hari ini pecahlah sudah kaca jendela hati. Grafik tidak melulu lurus keatas, ada saatnya terjun kebawah.

Advertisement

Kemanapun kau pergi bakal terbawa mimpi, masa – masa yang sudah dilalui sangat sulit untuk dilupakan. Terlebih masa – masa itu sangat indah sekali sehingga membuat diri senang untuk mengingatnya.

Dan hari itu kita berjumpa, rindu yang hilang telah kutemukan.

Kamu ini orang yang tidak bisa ditebak, beberapa hari setelah nonton konser itu kita bisa bercanda lepas bahkan beberapa hari menjelang sbmptn kita masih sempat bisa bercanda. Aku dengan segala kepolosannya, begitupun kamu dengan segala kepolosanmu. Malam ini aku sedikit membuka obrolan-obrolan kita yang telah lalu, aku melihat kegembiraanmu, aku bisa melihat kamu dari sisi yang berbeda.

Terimakasih sudah meluangkan waktumu untuk hadir dalam jarak yang begitu jauh menjelang hari lahirku. Terimakasih atas motivasinya, terimakasih atas semuanya, terimakasih sudah mau menjadi temanku, teman yang amat baik, yang luar biasa sangat baik, bahkan kamu sudah menganggap aku seperti saudaramu seperti yang sudah kamu bilang.

Maaf juga atas kunjunganku ke area camp waktu itu, mungkin aku terlalu ambisius untuk menumbuhkan rasa kepercayaanmu. Sedikit lebay sih, aku tau kamu, aku ini temanmu, semasa sekolah aku belum pernah melihat kamu disentuh atau menyentuh seorang laki-laki, tapi setelah tau kamu diolesi lumpur di pipi oleh seorang lelaki yang baru kau kenal dan laki-laki itu memanfaatkan sebuah moment yg bertajuk ldkm, aku agak sedikit kesal sih dan bergumam dalam hati, pria ini siapa kau berani-beraninya, tampaknya aku harus mencari tahu tapi aku tidak memiliki hak untuk ini.

Kamu sekarang berada dilingkungan yang berbeda, hati-hatilah kawanku. Lingkungan ini jauh sangat berbeda dengan lingkungan kamu sebelumnya, dilingkungan ini engkau akan banyak melihat sesuatu hal yang tak lazim, engkau akan banyak melihat orang yang pacaran dalam kelas, kau akan banyak melihat seorang wanita sedang dipegang tangannya oleh seorang pria.

Aku percaya dan sangat percaya jika sesuatu yang akan terjadi sudah tertulis dari dulu oleh qalam Ilahi di Lauhul Mahfudz.

Dari aku yang mengagumimu,

Yaa muqallibal qulub, tsabbit qolbi ‘ala diinik.

Kau, perlahan mendekati diriku, menerima kata-kataku

Aku terpana, entah karena dilematis cinta yang kurasa atau dramatologi semata

Yang aku bingung adalah perasaan

Yang dalam diam menyindir, dalam ramai mencibir” – Fikri Habibullah Muharram