Aku tiba di bagian dimana aku jatuh cinta namun aku harus meninggalkannya. Keberatan-keberatan hati nurani jua menuntunku untuk tak meneruskan perjuangan dengannya. Berjuang maksudku melangkahkan kaki menuju sebuah bab yang lain dalam hidup ini, bersama seseorang yang rasanya spesial di hati. Seseorang yang selama ini membuatku mengerti makna sebuah hubungan yang konon kudengar disebut cinta. Sebuah hubungan yang di dalamnya tertuang berbagai momen yang indah, penuh emosi, kadang menjengkelkan pun romantis. Sebuah hubungan dimana aku benar-benar merasai nikmatnya jatuh cinta pada seorang pria.

Namun, rasa manis itu kini hanyalah sebuah keindahan yang harus kusimpan dalam relung hati terdalam. Hingga tiba waktunya ia lindap sendiri bak jejak di pasir yang kian tergerus oleh senja yang makin terbenam itu. Hingga ia bernar-benar tak kelihatan dan yang tersisa hanyalah memori tentangnya.

Meski begitu, kumengucap syukur yang tiada tara pada Pemilik Semesta untuk sebuah kisah yang pernah hadir, mewarnai satu lapisan atmosfir di hidupku. Kesempatan yang Ia berikan agar aku dapat mengenalmu, pria yang juga Ia ciptakan. Untuk memahami sebuah karakter yang menambah kekayaan pundi-pundi hidupku. Rasa sakit yang kau tumbuhkan ketika kau memilih menduakanku, membuatku mengerti arti khianat. Aku tahu, aku juga bukanlah manusia sempurna yang terbebas dari salah dan khilaf. Namun, jujur aku tak sanggup mengikuti arus yang kau ciptakan dalam ranah hubungan ini. Ketika mungkin ‘serius’ pernah terbesit dalam pikiranku, namun, kau membuatnya kandas tepat di momen perulangan dalam hidupmu.

Ulang tahun selalu waktu terbaik untuk pemberian sebuah keputusan. Tak dinyana pergeseran usia itu juga membawa pergeseran rasa antara aku dan kau. Menunjukkan sosok dirinya tepat di depan mataku di hari bahagiamu itu adalah sebuah skenario yang juga kusyukuri, meski kau selalu mengelak kehadirannya bukanlah seperti yang kupikirkan, tapi setidaknya aku mengerti makna di balik rasa percaya. Sudah tak mungkin lagi mengalir bersama alur yang kau ciptakan.

Kini langkah kaki ini semakin mantap. Mengayun menjejaki lembaran yang benar-benar baru. Sungguh harapan itu sauh yang aman dan kuat bagi jiwa untuk menemukan yang terbaik hingga sisa waktu menghampiri. Seseorang yang setia menemani, mengarungi sisa hidup ini bersama-sama. Dan biarlah kisah antara aku dan kau terpatri dalam sebuah persahabatan sejati. Tak bersama bukan berarti pergi. Kuharap begitu.