Di umur yang bukan lagi terbilang remaja ini, pikir ini terasa tepat jika kurasa 'You're The One?'.

Ketika hari-hari terasa lebih hidup dari hari-hari yang selama ini pernah terlalui sebelum bertemu denganmu. Ketika dari mulai saat membuka mata di waktu sepertiga malam, yang kurindukan adalah saat-saat ketika berdua dengan Sang Pencipta, karena hanya kepada-Nya aku dapat menyebutkanmu di setiap doa-doaku. Mengucap lirih dengan penuh harap agar suatu saat nanti kamu benar-benar ada di ujung jalan yang saat ini terasa terjal namun tak sabar untuk kulalui. Betapa hari-hari yang kurasa menyenangkan ketika setiap aktivitasku banyak-banyak mengingat sosokmu dan hampir selalu berakhir kepada dzikir atas penciptamu dan penciptaku, Sang Maha Perkasa lagi Maha Melihat.

Terasa sangat tidak biasa ketika diri ini mulai berani untuk keluar dari zona nyaman untuk mencoba melakukan hal-hal yang baru, kurasa ini dapat terjadi karena ada sekumpulan 'energi' yang tidak biasa, bersumber dari sosok seorang yang padahal baru kukenal dalam waktu yang sangat sangat singkat. Aku agak lupa bagaimana pertama kalinya hati ini bisa terus berhusnudzon kepada Sang Maha Pengasih bahwa engkaulah sosok yang dapat menjadi penutup aib-aibku suatu hari nanti. Entah semuanya berawal dari mata yang turun ke hati, ataukah dari hati yang membuat mata ini terus Bertasbih ketika sosokmu berada tak jauh dari raga ini. Dan yang tak kalah penting adalah aku pun agak lupa bagaimana awalnya wajahmu tiba-tiba muncul dan seakan 'mencegah' setiap kali hawa nafsu dalam diri mulai menyeruak untuk dituruti.

Sekarang biarkan kutulis sedikit dialogku dengan Sang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Wahai Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kuawali hari-hariku dengan mengingat kebesaran-Mu dan meniatkan hari-hari ku untuk mencari ridho-Mu. Namun maafkanlah hambamu yang hina ini Wahai Sang Maha Pemberi Ampunan. Ketika suatu hari kusadari bahwa bahtera pengharapan di dalam hatiku yang seharusnya semua bermuara kepada-Mu, telah berlabuh kepada sesosok makhluk ciptaanmu.

Kutahu tentu Engkau tidak akan senang akan hal itu Wahai Sang Maha Pembolak balik hati. akhirnya kuterima Jawabanmu dengan seadanya diriku Wahai Rabb, bahwa engkau telah mengingatkanku bahwa makhluk ciptaanmu itu yang telah membuatku selalu bersemangat untuk mengejar ridho-Mu tidak bisa kujadikan tempat mencurahkan pengharapan. Karena dia hanyalah ciptaan-Mu, karena dia sepenuhnya milik-Mu, Engkau ciptakan sedemikian rupa dirinya dari tanah menjadi sesosok manusia yang Kau beri sepasang mata peneduh hati. Padahal suatu hari nanti ia akan Engkau kembalikan ke tanah dimana ia berasal.

Terimakasih atas jawabanmu wahai Yang Maha Pemberi Petunjuk, Engkau telah menjadikannya jalan bagiku untuk semakin kencang dalam berlari mengejar rahmat-Mu, ketika Engkau memberitahuku bahwa Kau telah pasangkan ia dengan seseorang yang sudah pasti jauh lebih baik dalam segala hal dari hambamu yang jahil dan lemah ini Wahai Rabb, Engkau Maha Mengetahui mana yang terbaik untuknya dan untukku.

Advertisement

Satu hal yang kutahu, bahwa seorang makhluk tidak memiliki pengetahuan apapun tentang diri mereka, melainkan sangat sedikit. Termasuk dalam hal kemana takdir akan membawanya. Oleh karenanya, tidak salah jika orang-orang mengatakan husnudzon adalah tamu yang wajib diundang ketika sedang menghadapi berbagai macam jenis persoalan hidup di dunia.