Hai, masa laluku. Masihkah kau ingat denganku? Seseorang yang selalu kau nantikan kabarnya setiap hari di layar ponselmu dulu. Seseorang yang sering kau ingatkan jika ia ceroboh. Seseorang yang selalu kau nasihati jika ia berbuat salah. Oh, ternyata kau lupa, tak apa, itu wajar. Sebab sudah 2 tahun lamanya semua hal itu berlalu. Untuk itu, izinkan aku disini untuk memperkenalkan diriku lagi, mengingatkan sosokku padamu.

Aku adalah orang yang kau khawatirkan setiap harinya

Dia : Kamu dimana? Udah pulang? Jangan hujan-hujanan nanti sakit. Awas yah kalo ketahuan main hujan-hujanan

Aku : Yah, udah terlanjur kehujanan

Dia : Tuh kan, dikasih tahu susah banget. Nanti kalo sakit gimana?

Aku : Minum obat

Dia : Mulai ngeyel deh kalo dikasih tahu, terserah kamu deh

Bagaimana aku bisa dengan mudah melupakanmu? Pikiranku terus melayangkan tentangmu, tentang kisah kita dulu. Tentang kata-kata indah yang sering kau ucapkan padaku di setiap pagi dan malamku. Tentang ke-khawatiranmu yang sering kau utarakan kepadaku. Dan membuatku enggan untuk menghapus semua message darimu. Menurutku, semua kalimat kekhawatiran dirimu adalah hal yang "sweet" bagiku.

Aku biarkan itu semua tersimpan rapi di dalam inboxku. Supaya jika aku merindukanmu, aku bisa membacanya berulang kali sembari aku tersenyum sendiri.

Advertisement

"Jangan pulang kemalaman, jangan begadang, dan jangan main hujan-hujanan!"

Aku yang masih dengan jelas mengingat semua sifat baik dan burukmu

Mengenalmu begitu dekat, bagaimana bisa aku tidak mengetahui sifat-sifatmu, perilakumu, dan semua tingkahmu? Sejujurnya, tidak jarang aku sangat kesal dengan sifat burukmu itu. Tingkahmu yang kekanakan dan egomu yang sangat tinggi.

Namun, apa mau dikata. Manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Layaknya dirimu, aku pun mempunyai banyak kekurangan dengan segala macam sifat burukku. Aku lapangkan dadaku untuk menerima apa adanya dirimu.

Aku adalah orang yang paling cemburu denganmu

Aku akui, dulu aku memang egois, sangat egois. Tidak jarang aku sering ngambek karena suatu hal kecil. Menurutmu, mungkin hal itu adalah hal yang tidak penting untuk diperdebatkan. Namun, bagiku ini adalah hal yang serius. Di sosial mediamu, sering aku jumpai kamu begitu akrab dengan teman wanitamu. Kau bilang itu hanya teman, tapi apakah kamu lupa bahwa dulu kita juga berawal dari teman? Hey wake up dude!

Aku orang yang selalu mendo'akanmu

Tidak bosan-bosannya aku mengucap namamu disetiap do'a-do'aku. Disetiap harapanku selalu terselip namamu. Aku selalu berdo'a agar kau selalu dilancarkan dalam urusan dunia dan akhiratmu.

Dan aku adalah orang yang selalu merindukanmu

Untuk urusan rindu tentu akulah yang paling sering kena candu. Entah apa yang membuatku selalu ingin terus bersamamu. Mungkin ini yang namanya cinta? Ah, bulshit. Padahal, tidak satu pun ada hal menarik atau istimewa dari dirimu. Bahkan sering sekali pergi meninggalkanku dan hilang tanpa kabar. Tapi kenapa aku terus merindukanmu? Bahkan sampai sekarang, sampai saat ini, dan sampai detik ini. Mungkin ada sesuatu yang salah dalam diriku.

Tapi, kau terus menghilang tanpa kabar

Setitik pun aku tak tau tentang dirimu saat ini. Jujur, ada sesuatu hal yang sebenarnya belum selesai antara kamu dan aku. Kau tidak bisa memutuskan sepihak dan pergi begitu saja dari diriku. Bukankah dulu kamu sering bilang "semua yang diawali dengan baik harus juga diakhiri dengan baik", tapi sekarang siapa yang meng-akhirinya dengan tidak baik? Siapa yang akhirnya pergi menghilang entah kemana tanpa memberi tahu apa pun?

Ya, mungkin bagimu semua ini sudah sangat basi untuk dibahas lagi. Oke, baiklah karena dulu kau yang sering mengalah. Sekarang biarlah aku yang mengalah untukmu.

Maafkan aku jika aku mengungkit masa lalu kita. Sedikit pun tidak ada maksud untuk mengusik hidupmu lagi. Jika memang menurutmu menghilang pergi dariku adalah yang terbaik, maka silahkan lakukan. Aku hanya ingin mengingatmu hari ini saja, malam ini saja, jam ini saja, dan detik ini saja.

Selamat menemukan kebahagiaanmu di luar sana. Janganlah kau menjadi seseorang yang menyimpan sejuta rindu dan harapan seperti aku, cukup aku yang melakukannya. Aku do'akan semoga kamu selalu bahagia.

Dari wanita yang terus merindukanmu.