Sekian lama aku mengenalmu sebagai seorang teman, sahabat dan tempat ku untuk berbagi segala cerita. Terlalu banyak moment yang kita lewatkan sebagai seorang teman, saat dulu aku patah hari karena hubungan yang telah lama aku bangun kandas di tengah jalan, kau ada untuk menghiburku dengan cara yang berbeda.

Hingga aku lupa dengan kesedihan ku dan berhasil melanjutkan hidupku dan meng-ikhlaskan dia yang dulu kau cinta.

Suatu hari kau datang menawarkan sebuah cinta dengan cara yang sangat indah, tanpa pernah aku duga kau adalah orang yang akan melakukan hal manis itu.

Mulai saat itu, kita menjalani hubungan yang lebih dari sekedar sahabat, saat itu aku berharap kau adalah orang yang terakhir dan tak akan pernah aku merasakan sakitnya patah hati lagi.

Namun aku salah, harapan yang aku inginkan ternyata tidak sesuai dengan yang terjadi. Karena kesalahpahaman dan kurang nya komunikasi, kau akhirnya menyerah dan memilih mundur dari hubungan yang baru kita mulai ini.

Advertisement

Rasanya saat itu aku seperti kehilangan arah, entah apa yang harus aku lakukan. Sangat mudah untukmu meninggalkan dan melupakan semua kenangan indah itu, tapi sangat sulit untukku. Seandainya aku bisa memutar waktu, aku akan perbaiki semua kesalahan itu. Tapi ternyata kau tidak memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita.

Mungkin kau ditakdirkan Tuhan hanya untuk menjadi sahabatku, namun jika aku boleh meminta pada Tuhan, tolong buat dia jadi teman hidupku. Terimakasih untuk semua kenangan indah yang sudah kau berikan untukku dalam waktu yang singkat ini, kau harus tau bahwa aku tak akan mampu untuk melupakanmu. Tetaplah menjadi sahabatku, jangan berubah sedikitpun.

Tetaplah menjadi kamu yang aku kenal dulu, tetap ceria ya.

Semoga kita menjadi lebih dewasa dan lebih baik lagi, semoga kamu bahagia selalu 🙂