Tak terasa, hampir 6 tahun kita jalani ini semua bersama. Aku ingat pertama kali aku mengenalmu, kau tampak sedikit pemalu tetapi anggun. Kau tampak berbeda dari kebanyakan wanita di luar sana, tapi itu malah membuatku semakin mengagumimu.

Aku menyadari segala kekurangan yang ada pada diriku hingga aku tak berani menyampaikan perasaanku padamu.

Seperti yang kau tahu, aku memiliki latar belakang keluarga yang kurang beruntung, 'Broken Home' mereka menyebutnya. Kau menggantikan banyak peran dalam hidupku, kau menjadi Ibu, Ayah, Sahabat, Teman Baik, dan segala yang tidak aku miliki.

Kau begitu berarti untukku.

Kita pernah mengalami LDR karena kita memilih perguruan tinggi yang berbeda. Hal ini tidak menjadikan kita semakin jauh, tapi semakin dekat. Banyak hal baru yang saling kita ceritakan, itu semakin membuat aku terkagum akan sosok dirimu. Kau memberi banyak warna baru di hidupku, kau memberi berjuta memori yang kurekam jelas dalam ingatanku.

Advertisement

Jika orang bertanya kepadaku "Apa kata yang paling menggambarkan dirimu?", maka aku akan menjawab "Mentari". Ya, kau adalah Mentari yang menyinari setiap langkahku. Kau tak pernah lelah, kau tak pernah mengeluh, terima kasih.

Kini, aku berharap semoga tuhan menyatukan kita dalam ikatan suci pernikahan. Aku tau dengan jelas bahwa menikah itu bukan sesuatu yang mudah, tapi izinkan aku untuk mencoba meniti masa depan untukmu. Izinkan aku berjuang melawan semua laki-laki mapan yang ingin meminangmu. Izinkan aku untuk berjuang lebih keras. Izinkan.

Aku berharap, kamu yakin dengan semua yang aku rencanakan, membantu aku menyiapkan masa depan, masa depan kita berdua.

Aku mohon, tunggu aku, tunggu aku mendatangi keluargamu, hingga kita bisa tersenyum bersama, tersenyum hingga maut memisahkan kita.