Aku ingat saat kita bertemu pertama kali dulu. Aku dapat melihat rasa gugup itu pada wajahmu. Aku merasakan hal yang sama. Namun aku hanya berusaha menutupinya darimu. Sejujurnya, aku tidak pernah tertarik untuk bertemu dengan mu, semenjak perkenalan kita pada situs itu menurutku adalah hal yang tidak menarik. Namun kamu tau kini? Aku bahkan tak ingin melepasmu.

Kini kita telah berada didalam komitmen untuk bersama di masa yang akan datang. Pertemuan pertama yang berkesan itu kini berarti segalanya. Kita saling melengkapi. Sikap ku yang katanya ceria mampu membuatmu menjadi ceria saat kamu sedang bersedih maupun khawatir. Sebaliknya, sifatmu yang mampu menenangkan mampu meredam ku yang memang juga mudah khawatir. Sebentar, apa kamu masih ingat saat kamu datang kerumahku dengan seikat bunga berwarna kuning itu? Ahh, kamu tidak akan pernah tau rasanya diperlakukan seperti tuan putri. Bukan itu saja, kamu juga kerap membuatku tertawa dengan menirukan suara – suara karakter televisi maupun suara hewan.

Yeah, hubungan memang bukan sekedar tertawa bersama namun juga tanggung jawab. Betapa bahagianya aku saat kamu kerap kali mengantarkanku pulang setelah kita bertemu. Kamu memang selalu memastikanku akan selamat sampai tujuan. Masih ingat saat kamu datang menjemput di subuh itu ketika aku pulang berlibur dari negara lain? Kamu tau betapa rindunya aku akan kamu saat itu? Ahh, sosokmu memang akan selalu ku rindukan. Tak peduli sesering apa kita bertemu dan berbicara pada telepon genggam kita.

Bagiku, kau sempurna. Rambutmu yang tak pernah kau minyaki itu akan selalu menjadi kesukaan. Aku kerap merindukannya disaat aku sedang sibuk bekerja. Rasanya ingin sekali cepat – cepat bertemu akhir pekan untuk dapat melihatnya lagi. Mata birumu itu juga akan selalu kurindukan. Tak peduli perbedaan apa yang kita miliki kini. Terkadang, aku ingin memiliki hobby yang sama denganmu, bermain online games. Namun layaknya cinta, segalanya tidak bisa dipaksakan. Hobbymu akan selalu ku maklumi. Toh kamu juga tidak pernah keberatan dengan hobbyku yang senang bereksperimen didapur. Memasak sesuatu yang enak adalah caraku menyenangkanmu melalui hobbyku.

Uhmm yeah, masih banyak lagi hal – hal manis tentang dirimu. Aku percaya, kamu tidak akan pernah berubah. Aku juga berjanji akan menjadi sebaik – baiknya aku. Dan yang utama adalah aku selalu menyerahkan hubungan ini kedalam tangan-Nya. Doaku tidak akan pernah terputus untukmu. Mungkin aku tidak akan pernah melepaskanmu. Egois? Tidak. Aku hanya takut tidak akan pernah jatuh cinta lagi jika kamu memutuskan untuk pergi. Satu lagi, aku benar – benar tidak keberatan jika harus mendampingimu hingga puncak. Bagiku itu lebih berharga dari pada berada di puncak dan menunggumu tiba. Toh kamu juga sedang berusaha kan?

Advertisement

Dariku, kekasihmu