Akulah wanita yang selalu menjadi kambing hitammu, menjadi korban keegoisan sifatmu. Setiap kamu emosi karena apapun itu aku adalah orang yang selalu menerima bentakan dan menjadi pelampiasan marahmu, walaupun sebenarnya aku tak tahu apa yang terjadi. Selalu seperti itu, setiap permasalahan dalam hubungan kita aku selalu mengalah tak pernah melawanmu.

Itu semua karena aku terlalu mencintaimu sampai-sampai aku buta akan perlakuanmu yang selalu menyakitiku. Entah kenapa rasanya aku tak beranii dan selalu tunduk kepadamu, karena setiap aku kesal aku sellau menggingat bagaimana upaya kita dulu menjalani hubungan ini mulai dari LDR yang bertahun-tahun susah senang bersama. Tetapi apa kamu selalu ingat hal-hal manis yang kita lewati dahulu?

Sosokmu yang manis dan memperlakukanku layaknya seorang perempuan paling istimewa didunia ini. Dulu kau selalu mengajarkanku menjadi gadis mandiri, sifatmu yang hangat kepadaku dan lebih dewasa membuatku seperti punya sosok pelindung baru setelah bertahun-tahun ditinggal ayahku ke surga.

Aku rindu itu semua, rindu saat-saat kita masih malu-malu dalam kencan pertama. Rindu saat kita menangis berdua lantaran aku akan pergi keluar kota untuk bekerja dan kau selalu meyakinkanku kalau akau adalah wanita yang kuat dan mandiri pasti bisa meraih karir cemerlang walaupun di luark ota. Masa-masa LDR kita yang penuh ujian sampai-sampai aku ingin menyerah tetapi kau selalu mengguatkan ku untuk tetap yakin pada hubungan kita.

Bagiku memilikimu adalah anugrah dari Maha Kuasa karena kehadiranmu merubah hidupku yang dulu kelam menjadi semangat dan penuh ceria. Walaupun dulu di lingkungan kerjaku, banyak yang lebih menawan, tetapi tahukah kamu? Aku selalu menjaga hati ini hanya untuk setia kepadamu.

Advertisement

Tetapi kenapa sekarang kamu berubah? Apa salahku? Kadar cintaku untukmu masih sama seperti dulu. Posisimu di hatiku juga masih sama tak ada yang berubah dariku. Hanya saja kenapa sikapmu sekarang kepadaku berubah? Kau tak pernah menghargai perasaan dan kehadiranku. Andai kamu tau perjuanganku untuk selalu setia kepadamu itu tak terhitung.

Aku orang pertama yang selalu standby 24 jam untuk menjaga dan merawatmu saat kau sakit. Aku juga orang yang rela tidak masuk kuliah sore hari karena harus menjemputmu karena motor yang kau kendarai rusak di tengah jalan. Dan disaat hujan deras pun aku adalah orang yang berani menerjang banjir dan hujan deras di jalanan hanya untuk menjemputmu pulang kuliah meski aku harus basah kuyup.

Tetapi apa kamu tau semua pengorbananku untukmu itu? Ah, mungkin kamu tak mau tau semua itu karena di matamu aku hanya wanita yang pantas kau jadikan kambing hitam dari semua keegoisanmu. Kamu tanya hanya menuntutku untuk menjadi ini itu tanpa memperdulikanku. Bahkan saat aku sakit sekalipun, kau hanya menyampaikan pesan lewat SMS di ponselmu tanpa menjengukku.

Tetapi aku selalu memaafkanmu, tak pernah marah kepadamu. Mungkin sesekali aku kesal dan hanya memendam dalam hatiku saja.

Semoga kau cepat sadar akan semua perilakumu kepadaku ini. Kalau memang benar kau adalah jodohku tolong satukan kami ya Allah dan ingatlah sayang suatu saat jika kau berada dalam kesulitan aku takkan meninggalkanmu,aku akan meraih tanganmu dan mengajakmu bergandengan tangan untuk menghadapi semua itu. Aku bukan type wanita yang tega membiarkan laki-lakinya berjuang sendirian, bahkan aku akan senantiasa menyodorkan pundakku untuk kau bersandar.

Dariku,

Wanita yang selalu menjadi korban keegoisan sifatmu.