Entah aku harus memulainya dari mana. aku memberanikan diri untuk menulis surat ini untukmu sekarang hanya rasa rindu yang bisaku rasakan,aku mencoba untuk tidak mengubris rasa rindu ini tapi rasa ini tetap selalu saja datang menghantui diriku.

Disaat kau meminta ikhlasku untuk melepaskanmu aku mencoba untuk menghapus semua kenangan kita punya satu persatu tapi semua tidak semudah kau meminta ikhlasku.

Disaat aku mulai terbiasa tanpa kehadiranmu entah kenapa semesta masih saja mempertemukan kita aku tak tau apakah itu hanya kebetulan atau memang takdir Allah yang telah mengatur semua ini.

dan disaat itu juga aku mulai merindukanmu lagi belajar tersenyum disaat oranglain tak tau apa yang aku rasakan saat itu melihatmu saja mengingatkanku pada saat kau meminta ikhlas itu secara paksa tanpa ada penjelasan jelas darimu tapi kau harus tau aku tak pernah membenci dirimu sedikitpun tapi aku membenci sikapmu pada saat itu yang bersikap tak adil padaku dan aku juga tak mengerti mengapa sikapmu bisa berubah begitu cepat padaku kau yang dulu selalu menjadikan ku segala-segalanya buatmu berubah tanpa ada penjelasan yang jelas.

Aku hanya meminta kepada Allah kalo memang ini adalah perpisahan terakhir kita semoga kita bisa berpisah secara baik-baik dan menjadi teman baik.

Dan kalau memang ini hanya skenario Allah untuk kita bisa menjadi lebih baik lagi semoga kita bisa menjaga hati sebaik-baiknya dengan izin Allah