Mengapa hadir kembali?

Mengetuk lagi pintu hati ini.

Bahkan mungkin mengharapkan untuk masuk kembali.

Bukan… bukannya tak mengizinkanmu untuk berlabuh lagi.

Hanya saja serpihan itu sudah ku bersihkan.

Advertisement

Yaa… hanya sedikit yang ku sisakan.

Aku hanya menyisakan kenangan kita sebagai teman tak lebih.

Terdengar jahat memang.

Kenapa ?

Aku hanya tak ingin kau mengharap lebih dari ku.

Berharap mungkin aku masih punya rasa yang utuh seperti dulu.

Ku sarankan tak usah.

Aku sudah berbenah, mana yang akan aku ingat dan mana yang tak ingin ku ingat.

Mungkin dalam benak mu bertanya,

Apa ruang hati itu sudah punya penghuni baru?

Ku jawab : belum.

Aku berbenah bukan karna ada penghuni baru.

Aku hanya sedang memperbaikinya, menata kembali lalu berbisik pada sang maha cinta.

“aku sudah mengosongkan hati ku dari dia yang belum halal untukku. Membenahi diri untuk dia yang halal bagiku yang sudah kau tulis jauh sebelum semua ini diciptakan. Pertemukanlah aku dengannya yang juga sedang memperbaiki diri untuk sama sama pantas mendapatkan satu sama lain”.

Ku harap kau pun begitu.

Sama-sama menatap kedepan dan melupakan yang lalu.

Melakukan yang terbaik agar mendapatkan yg baik pula.

Jika kamu merasa rasa itu masih ada, tinggalkan saja. Acuhkan kalau perlu.

Dan setelah kita rasa cerita itu sudah berlalu, kita bisa memulai pertemanan yang baru.

Tentunya dengan tanpa canggung.

Memperbaharui hubungan ini menjadi teman.

Iya “teman”