Hai, kamu yang telah mengalami sedikit perubahan untukku. Aku merindukan kamu yang dulu, yang selalu memperhatikan aku dan selalu mengirimkan pesan untukku.

"Aku akan selalu menunggumu," kata yang beberapa hari lalu kau ucapkan kepadaku…

Saat-saat seperti ini, apakah terasa berat untukmu? Atau terasa beratkah pekerjaan yang kau lakukan di sana? Sehingga membuatmu lupa menjadikan aku prioritasmu kembali. Aku sangat-sangat bersedia untuk mendengarkan keluhanmu, jika kamu ingin mengeluh padaku. Saat ini, aku sangat menunggu masa itu, masa di mana kamu selalu menghubungiku dengan berbagai cerita yang kau bagikan padaku, tentang bagaimana sulitnya hari-hari yang sedang kau jalani.

"Ceritakan padaku karena aku siap untuk mendengarmu".

Tapi sudah berapa lama aku tak mendengar hal itu? Aku sangat merindukan kehadiranmu yang dulu. Apakah kembalinya hubungan jarak jauh (LDR) ini membuatmu sedikit lelah? Atau kamu hanya tidak ingin mendengar kabar dariku? Aku sangat merasakan perubahan yang kamu berikan padaku. Saat ini adalah saat di mana aku harus terus tetap mempertahankan hubungan kita. Ya, hubungan kita yang baru saja mulai membangun sebuah masa depan, yang nantinya akan kita jalani bersama, seperti mimpi-mimpi yang telah kita uraikan saat kita bersama.

Aku teringat oleh kalimat yang bilang bahwa “aku akan menunggumu”, kalimat yang terlontar dari bibirmu, yang kau sampaikan kepadaku. Betapa hatiku bahagia mendengar kalimat itu.

Saat ini, aku seperti seorang penunggu handphone. Aku menunggu panggilan dan pesan darimu untukku, menunggu sebuah balasan pesan atau pesan yang kamu kirimkan duluan untukku, dengan isi pesan seperti “Selamat pagi, sayang”. Yaaaaa, dulu setiap aku bangun di pagi hari, aku selalu mendengar suara teleponku berdering dan ya, itu adalah panggilan telepon dari kamu, senyum lebar pun tak kuasa ku tahan saat menerima panggilan itu.

Aku mengingat ucapmu bahwa kita harus saling berbagi cerita di hari-hari kita yang lelah. Ya, aku melakukan itu setiap hari dan kamu? Kamu lupa untuk melakukan hal itu. Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu saat ini, sehingga kamu sangat pendiam dan selalu memendam apa yang kamu rasakan. Aku ingin tahu, tapi aku takut untuk bertanya. Percayalah, aku benar-benar sangat ingin mendengar keluh kesahmu yang kamu rasakan saat ini.

Aku seperti tidak berguna untukmu, seperti angin yang tertiup, yang melewati hari-harimu. Aku hanya ingin mencoba untuk menjadi seperti yang kamu inginkan. Perubahanmu membuatku takut akan kehilangan kamu, I just feel that I lost a half of you. Untuk kehilanganmu, aku belum mempersiapkan apapun, bahkan entah apa jadinya aku tanpa hadirnya kamu di dalam hidupku.

"Kembalilah padaku.

Meninggalkanku bukanlah keputusan yang baik".

Aku sangat merindukan saat-saat itu. Saat kamu membuatku selalu menjadi prioritas untukmu, saat kamu selalu memperhatikan setiap tingkahku dan bahkan kamu selalu tahu hal kecil apa yang sudah jarang aku lakukan untukmu dan kamu mengingatkannya agar aku tak pernah lupa. Aku sangat-sangat merindukan kamu yang dulu. Kembalilah.