“Hai kamu, apa kabarmu di sana?”

Mungkin aku hanyalah sepenggal kisah dalam hidupmu, yang entah kau masih mmengingatnya atau tidak karena kini kau telah berada dalam dimensi waktu dan ruang yang berbeda. Tapi bagiku, kau adalah sepenggal kisah dalam hidupku yang akan selalu ku ingat. Memori tentangmu masih tersimpan rapi dalam benak. Ijinkanku tuk mengenanngmu dengan caraku.

Masih ingatkah bagaimana kita pertama kali mengenal? Ah…lucu memang. Seiring berjalannya waktu, kita saling mengenal dengan sangat dekat. Kita hanya berteman biasa? Kurasa tidak. Kita sepasang……? Kurasa juga tidak. Dan bagimu pun pasti demikian juga. Aku dan kamu. Kita, apapun sebutan untuk hubungan kita ini, yang pasti aku bahagia mengenalmu. Kuharap kau pun demikian, Bagiku, kamu adalah seseorang yang hebat, kuat, mandiri. Darimu aku banyak belajar. Dengamu aku selalu merasa ada berteman seseorang yang hangat dan selalu bersedia menghiburku kapanpun ku mau. Candamu, bahasamu, perhatianmu, takkan pernah ku lupa. Kamu adalah sosok yang sungguh baik.

Maaf, maaf, jika banyak salahku padaku. Dengan segala kebaikan dan perhatianmu, mungkin aku tak sepadan dalam memberikan balasan untukmu. Hei, taukah kamu, bagiku ini terasa mimpi? dan aku mengira esok kan kudapati perhatianmu lagi. Sayangnya itu takkan pernah terjadi lagi.Sungguh aku tak mengira kepergianmu akan secepat ini. Tapi aku harus ikhlas melepaskanmu pergi, ku tahu kau milikNYA. Darimu, aku diingatkan kembali bahwa takkan ada yang menngetahui takdir seseorang kecuali DIA. Dan DIA berhak atas apapun, termasuk memintamu kembali padaNYA. Terimakasih, terimakasih banyak untuk segala hal darimu.

Selamat jalan, semoga ini terbaik untukmu. Ijinkanku mengenangmu sebagai bagian dari kisah hidupku.

Advertisement

Sungguh, baikmu takkan ku lupa!