Pertama ku jumpa denganmu dengan senang hati ku ulurkan tanganku untuk sebuah perkenalan. Berlanjut akrab layaknya sahabat lama.

Waktu terus bergulir, perjalanan kisah kita lebih dari sekadar sahabat. Ada yang lebih dalam dari hubungan persahabatan. Akhirnya kita sama-sama pahami, bahwa sesungguhnya kamu mencintaiku dan aku mencintaimu. Kita pun telah mengenal lebih jauh. Mengenal kelebihan dan kekurangan masing-masing. Terbiasa melalui hari-hari bersama.

Kamu membuatku menjadi perempuan paling bahagia di dunia ini. Atas nama cinta, ku katakan padamu, bahwa kamu adalah orang pertama yang mampu membuatku seperti jadi orang paling spesial. Sebegitu istimewanya caramu menyayangiku selama ini. Dan dalam hidupku ini hanya ada satu cerita saja: cerita tentangmu.

Cinta datang dengan sepasang sayap yang indah, membawa hatimu padaku. Walau tidak utuh.

Cintamu mampu membawaku terbang menuju bintang-bintang. Di sana ku lukiskan mimpi terindahku bersamamu. Iya, mimpi yang sangat sederhana. Menghabiskan sisa waktuku bersamamu.

Advertisement

Kebahagiaan akan memiliki sebuah cinta membuatku lupa, bahwa hati manusia bisa berubah-ubah kapan saja.

Setelah sekian lama kamu dan aku melalui masa-masa menakjubkan bersama. Menilik getir, pahitnya perjalanan hati berdua. Dan aku pun tidak ingin lepas dari zona nyaman itu. Sedangkan aku tahu, rasa nyaman itu membuatku berharap padamu terlalu tinggi, sehingga tidak ku sadari kamu pun menghempaskan diriku ke dasar samudera paling dalam. Lalu, hatiku karam di sana.

Cinta hadir membawa bahagia, tapi tidak selalu bahagia. Karena kita tidak akan benar-benar merasa bahagia jika cinta itu bukan cinta dari jodoh kita.

Seperti apapun akhir cerita kita, aku ingin kamu dan aku akan mengakhirinya dengan baik-baik. Setidaknya kita tetap menjadi teman.

Kau tahu, bahwa aku tidak pernah menyesal telah mengenalmu, apalagi bisa sampai mencintaimu sedalam ini. Tapi sudahlah, semua telah usai. Kamu memutuskan hubungan kita dengan alasan mencintai dia yang lebih baik dariku.

Sekali lagi ku katakan, aku tidak marah padamu. Jadikan saja kisah yang pernah terjadi itu sebuah history terindahmu dan terindahku yang tak akan terlupakan selamanya.

Kamu memang telah mematahkan hatiku. Aku tidak akan membencimu, patah hati sudah risiko dalam menjalin hubungan. Setiap perjalanan hati akan ada fase terjatuh dan tersesat, bukan?
Jadi memaafkan adalah awal kebangkitan dan langkah awal menemukan kembali arah jalan yang benar.

Biarkan cinta itu mengalir apa adanya. Percayalah, perjalanannya akan tetap mengalir dan pasti akan sampai pada tempat tujuan terakhirnya.

Karena hati yang luar biasa itu adalah hati yang paling tabah; meski patah berkali-kali namun ia tidak pernah menyerah dan tidak akan berhenti untuk mencari Sang Tuannya.

Kita tidak boleh memaksa seseorang mencintai kita. Cinta hanya jatuh sepihak memang begitu menyedihkan, tapi itu adalah cara Tuhan mengajarimu; tentang mencintai makhluk-Nya sekadarnya saja. Karena tidak ada yang berhak kamu cintai 100% kecuali Tuhanmu, dan orangtuamu.

Melepaskan memang sakit, namun lebih sakit lagi jika kamu terus memaksa tanganmu untuk menggengam.

Ya bagiku, kehilangan memang akan membuatku down; kehilangan semangat dan sedih. Namun aku tidak akan membiarkan diriku berlama-lama di area kesedihan. Aku harus pergi ke tempat lain dan melihat keindahan dunia. Karena hati, layak bahagia dan mendapatkan yang tepat dan terbaik.

Percayalah, patah hati bukan akhir dari kebahagiaanku di dunia!