I

ni mungkin kisah cinta yang bodoh dan paling membuat diri ini menderita, namun ku coba bertahan demi rasa sayang yang begitu dalam. Meski rasa sakit itu begitu teramat sakit walau mungkin setiap senyum manismu tak bisa lagi menghilangkan rasa sakit itu.

Aku menyadari bahwa diri ini hanya pengisi kosongmu disaat yang lain mengacuhkanmu, rasa ini begitu dalam sampai ku rela menderita hanya mempertahankan cinta ini. Aku tidak tau apa betul diri ini rela untuk disakiti demi rasa sayang dariku begitu dalam untukmu atau kah mungkin ke egoisan yang membuat aku bertahan darimu.

Mungkin aku orang bodoh yang mencintaimu yang rela menderita seperti ini walau harga diri ini di permaikan olehmu. Tapi aku yakin suatu saat dimana aku tak seperti ini lagi, tak terlalu mencintaimu, tak terlalu menyayangimu akan ada penyesalan darimu meski itu tak teramat dalam.

Aku memang bisa kau permainkan sesukamu. Datang saat tak ada tempat untuk mengadu selain diri ini. Terkadang aku menyesal mengapa aku bisa bertemu denganmu dan jatuh cinta denganmu. Rela menderita demi rasa sayang ini, sungguh bodoh diriku membiarkanmu masuk dalam kehidupanmu.

Advertisement

Aku hanya manusia biasa yang tak bisa berbuat banyak dan tak bisa menahan penderitaan yang kau berikan. Setiap saat rasa sakit ini menghampiri ku dan aku tak tau harus berbuat apa dengan rasa sakit ini, mengubahku menjadi manusia lemah hanya untuk mendapat balas kasihan darimu.

Mungkin kamu anggap bahwa dalam hubungan ini aku yang egois selalu menuntut perhatian darimu tapi sadarkah kau bahwa derita ini tak bisa lagi membuatku berfikitr logis saat dirimu berbuat sesukamu padaku, mungkin kamu anggap aku hanyalah bonekamu yang setiap saat bisa kamu permainkan.

Kamu orang paling aku sayangi didunia saat dimana banyak orang aku kenal sebulummu, tapi inikah balasan yang aku terima darimu menderita dengan kasih sayang dan harapan yang begitu tinggi, bodoh. Hampir dua tahun kita jalani hubungan ini namun kebahagiaan yang aku rasakan hanya tiga bulan denganmu setelah itu tak ada lagi rasa kasihmu yang tulus seperti dulu

Semua merubah tak tau mengapa kamu bisa menjadi orang kejam yang tak punya perasaan. Aku tak mengerti dengan perubahanmu, aku sering bertanya masalah orang ketiga di antara kita dan kamu selalu menjawab tida ada, dan aku bertanya lagi mengapa kamu berubah terhadapku, kamu jawab aku tak berubah. Tapi apa semuanya hanya kebohongan belaka yang aku tak mengerti

Hampir dua tahun kita jalani hubungan ini tapi taukah kamu apa yang terjadi denganku? Setiap malam air mata ini keluar membasahi pipi ini hanya karena sikapmu yang tak pernah aku mengerti, selalu berkata kepadaku dan berpendapat bahwa segala yang aku lakukan itu salah, tak pernahkah kamu berfikir bahwa semuanya itu membuatku menderita tapi karena rasa sayang ini aku rela kamu berbuat sesukamu terhadapku

Hampir dua tahun kita jalani hubungan ini kebahagiaan yang aku rasakan saat awal kita pacaran kini telah tiada aku bisa mengeluh dalam hati dan tak mau membuatmu mengetahuinya demi menjaga perasaanmu agar tidak tersinggung dengan apa yang akan keluar dari mulut yang hanya bisa diam disaat kamu memakinya dengan indah tapi aku tidak menyalahkanmu dengan semua itu, hanya karena begitu besarnya rasa sayang ini terhadapmu.

Hampir dua tahun kita jalani hubungan ini, aku sering bertanya pada diriku sendiri apa betul kamu mengerti apa yang aku rasakan, jika memang kamu mengerti terus mengapa kamu semakin menyakitiku dengan perbuatan – perbuatan yang aku tak tau apakah kamu sengaja atau tidak sengaja melakukannya kepadaku, aku mau mengatakannya kepadamu tapi aku takut disaat aku mengatakannya apakah kamu akan mengerti atau kah kamu tidak akan memahaminya. Karena disaat kamu mengetahui apa yang aku rasakan kamu akan meninggalkanku.

Hampir dua tahun kita jalani hubungan ini, tapi kamu semakin menjadi-jadi dengan tingkahmu ingin rasanya aku pergi darimu sejauh yang aku bisa, tapi kenyataannya aku tak bisa. Munngkin disaat aku pergi darimu,kamu takkan merasakan kehilangan karna aku bukan orang berarti untukmu.

Hampir dua tahun kita jalani hubungan ini, bertahan dengan rasa sakit yang begitu menyiksaku, namun aku hanya bisa diam dan menagis dalam hati. Semua rasa sakit ini hanya bisa aku pendam demi menjaga keutuhan hubungan kita dengan harapan kamu akan memberi rasa sayang yang sama denganku.

Hampir dua tahun kita jalani hubungan ini, sampai saat ini aku hanya bisa diam melihat tingkahmu yang tak bisa memahamiku, tapi aku tak akan menegurmu, karna dengan sikapmu seperti itu kau merasa bahagia, bisa tersenyum. Tapi sadarkah kamu sikapmu yang seperti itu membuatku menderita yang sangat menyiksaku.

Hampir dua tahu kita jalni hbungan ini, saat ini aku berada dikostmu menunggumu dengan sabar dan hanya bisa mengeluh pada laptop ini, menngis bersama karna hanya laptop ini yang mengertiku saat ini. Dengan setiap kata yang aku tulis didalamnya, sedang kamu disana tersenyum manis bersama orang yang kamu temani.

Padahal kamu tau disini didepan kostmu menunggumu dengan penuh harap kamu secepatnya datang menghampiriku, aku merasa kecewa kepadamu dengan menunggumu hampir dua jam didepan kostmu seperti orang bodoh, mungkin orang-orang disini mengaggapku seperti orang bodoh yang rela dipermainkan olehmu dan di tertawai disaat aku sudah lelah melakukan semuanya.

Didepan kostmu sekarang yang hanya temani oleh laptop mencoba mengeluarkan keluh kesahku terhadapmu yang sampai hati melakukan seperti ini kepadaku, aku menyadari apa kamu perbuat kepadaku hari ini, tapi tak apa ini akan aku jalani dengan senyuman karna dengan begitu kamu bisa bahagia.

Aku harap entah kapan dan dimana atau mungkin pada hari dimana aku menuliskan ini kamu tak sengaja membacanya aku harap kamu memahami apa yang aku tuliskan diatas. Aku hanya berpesan kalau dengan itu semua tak akan mengubah rasa sayang ini kepadamu meski itu aku tak ada lagi dalam kehidupanmu dan mungkin saat itu kamu sudah bahagia denga orang lain dan aku pun sudah dilupakan olehmu.

Tak ada maksudku untuk mengungkit kesalahanmu, namun inilah kenyataan yang aku dapat dan itu menyadarkan aku bahwa yang aku lakukan selama ini adalah kebodohan karna rasa takut akan kehilanganmu jadi aku rela menderita selama ini dengan alasan bahwa akan sakit sekali ketika kamu meninggalkanku.tapi ternyata menderita untuk setiap saat itu lebih sakit dari pada rasa sakit karna di tinggalkan. Aku tidak menyadari itu dan itulah kebodohanku selama ini.

Setelah beberapa jam aku menunggumu akhirnya kamu datang juga, aku merasa sedikit nyaman tapi melihat sikapmu tak ada rasa bersalah padahal kamu sendiri tau bahwa aku menunggu dirimu berapa jam ini, haruskah aku bagaimana. Apakah aku marah padamu, memakimu dengan dengan kata-kata kotor, ? Tidak. Saya tidak akan melakukan itu hanya untuk kemarahan yang sesaat itu. Tapi hari ini rasa sakit yang aku terima darimu semakin terasa dan aku menyadari itu, tapi aku tidak tau harus melakukan apa.

Senyum manisku

Ishak

Makassar, 14 agustus 2014