Hi sayang…

Apa kabarmu disana? Telah lebih 3 bulan kita jalani hubungan cinta seperti ini. Cinta yang memisahkan raga namun menyatukan hati kita. Adakah kau rasakan rindu yang sama seperti yang ku rasa?

Sayang…

Tulisan ini ku hadiahkan untukmu yang telah setia mendampingiku selama 4 tahun ini. Yang telah menemani perjuangan dan membantu proses pendewasaanku selama ini. Darimu aku belajar banyak hal tentang arti hidup.

Sayang…

Advertisement

Masih ingatkah kamu dengan awal pertemuan kita? Bukan sayang, bukan awal perkenalan kita. Pertemuan pertama kita itu hanyalah sebuah pertemuan singkat tanpa kesan yang selalu membuatku tersenyum kala mengingatnya. Tapi tahukah kamu sayang, bahwa sejenak aku pun lupa momen itu. Sampai akhirnya ingatan itu tiba-tiba hadir. Mungkinkah itu petunjuk bahwa kamulah takdirku sayang?

Sayang…

4 tahun telah kita lewati setelah malam itu. Masih ku ingat dengan jelas bagaimana rona di wajahmu, senyum mu, bahkan kata-kata yang kau ucapkan padaku. Tidak seperti aku yang kadang melupakan detil kecil, kau bahkan mengingat dengan jelas lagu yang tak sengaja diputar yang menjadi latar penambah romantisme saat itu. Sungguh sayang, bagiku saat itu dunia hanyalah milik kita. Hanya ada kau dan aku. Hanya ada suaramu yang dapat ditangkap oleh indra pendengarku.

Sayang…

4 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Lika-liku hubungan telah sukses kita lalui. Jatuh bangun hidup pun telah sama-sama kita hadapi. Bukanlah hal mudah untuk saling mengerti karakter diri dan bertahan mendampingi.

Sayang…

Kita bukanlah malaikat yang bebas cela. Hubungan kita pun tidaklah seperti jalan tol yang bebas hambatan. Kita hanyalah sepasang anak manusia yang tak luput dari noda dan hina. Hubungan yang kita jalani pun tak jarang dipenuhi dengan keegoisan diri. Tapi kita tetap bertahan disini.

Sayang…

Aku sadar bahwa mendampingiku bukanlah hal yang mudah. Fluktuasi egoku tak jarang mampu menghabiskan kadar kesabaranmu. Namun kemampuanmu mengendalikan diri patut ku acungi jempol. Dengan apa dapat ku balas semua ini sayang? Aku hanya punya cinta dan ketulusan. Cukupkah semua itu jadi balasan?

Sayang…

Ucap syukur akan selalu ku ucapkan pada-Nya karena telah menghadirkan dirimu di hidupku. Terima kasih sayang atas kesabaranmu mendampingiku hingga saat ini. Tetaplah berada disisiku mengenggam erat jemariku walau badai akan selalu menerpa. Karena badai terhebat akan selalu meninggalkan pohon terkuat.

Harus kau tahu bahwa aku tanpamu bukanlah aku sayang…