Melupakan bagi sebagian orang mungkin mudah, tapi bagi yang lain mungkin ini adalah sesuatu yang tidak mungkin, terutama melupakan seseorang yang betul-betul istimewa dan pernah menyentuh hati.

Jangan memaksakan diri untuk melupakan tetapi belajarlah mengikhlaskan

Melepaskan seseorang yang sudah punya ruang dihati kita tentunya akan menyesakkan dada, apalagi jika kepergiannya dikarenakan sepihak, bukan kemauan kita, maka disitulah hati yang mulanya utuh akan menjadi terbelah dan menyebabkan luka. Mungkin terlalu berlebihan jika mengatakan patah hati itu sifat anak-anak, kurang dewasa, tetapi bagi seseorang yang sudah berumur patah hati bukan lagi sebuah istilah putusnya hubungan, tetapi hilangnya sepotong jiwa, sepotong kehidupan dan sepotong kebahagiaan.

"Maaf ya, saya sudah tidak bisa bersamamu dia impianku selama ini, dialah tipeku, bukan dirimu"

" Kamu memang baik, tetapi dialah cinta yang kucari selama ini"

Kenangan manis memang sangat memabukkan untuk diingat, saking mabuknya aku melupakan kejamnya perkataanmu serta teganya dirimu meninggalkanku. Inilah penyebab kenapa kita susah dan bahkan sulit melupakan, bisa jadi karena dia telah mengambil sepotong hati kita, untuk membuatnya utuh pastinya sekian dari kita mencari yang sama atau bahkan putus asa mengejar hati yang tak pernah dimiliki.

Advertisement

Ketika kita berusaha melupakan, bahkan sudah memasuki tahun terkadang masih saja teringat, kita mencoba mencari penggantinya tetapi apa daya jika hati hanya menginginkan dia seorang. Ketika suatu saat bertemu dengannya, aku akan meminta kembali sepotong hatiku itu, karena kau tidak tau rasanya hidup dalam ketidakutuhan hati. Tidak ingin mencoba cinta baru tanpa hatiku yang utuh jadi kumohon kembalikan hatiku, walaupun cintamu tidak pernah untukku tapi aku berharap hatiku bisa utuh dan kembali mencintai.

Biarkan rasa sakit ini membuatmu belajar bukan malah menghancurkanmu