Sedikit konyol namun begitu membekas. Kedekatan kita berdua dalam pekerjaan membatku menaruh hati padamu. Senyum dan candamu yang menyapaku di setiap pagi membuat dadaku sesak dan tak menentu. Entahlah rasa apa ini? Jantungku berdetak kencang saat mataku dan matamu beradu tanpa sengaja. Dan hatiku merasa bahagia saat tanpa sengaja tanganmu dan tanganku bersentuhan.

Hey kamu, kau pun tahu seseorang disana telah memiliki aku. Meskipun kami menjalani hubungan jarak jauh tapi aku dan dia telah berusaha menjaga komunikasi dan saling berkomitmen untuk saling setia. Dan kami telah menjaga hubungan itu selama 4 tahun. Bukan waktu yang sebentar bukan. Kami memang jarang bertemu. Rinduku hanya tersampaikan lewat sms, telfon, dan chatting setiap hari. Aku menjaganya dengan setia.

Namun kini dengan mudahnya kamu datang membawa rasa yang berbeda. Sungguh tak pernah kurencanakan sebelummnya. Semuanya mengalir tanpa bisa kukendalikan. Namun, aku mencoba menghapusnya seiring waktu karena aku tak ingin menyakiti hatinya. Dan aku berhasil. Berhasil melupakanmu dan menganggap semuanya tak pernah terjadi.

Kini kurasa perilakumu mulai berbeda kepadaku. Perlahan-lahan kau beri perhatian lebih kepadaku. Entah aku yang terlalu kepedean atau memang sikapmu yang benar-benar perhatian. Dan senyumanmu tak pernah lupa kau tampakkan dari parasmu yang rupawan itu. Sungguh tak ada daya kini rasakku padamu mulai muncul kembali.

Hingga pada suatu kesempatan dengan beraninya sebuah kecupan manis itu kau berikan padaku. Aku tak percaya. Sungguh. Aku tertegun. Aku merasa sangat berdosa pada dirinya yang jauh disana yang selalu merindukanku. Namun tak kupungkiri kudengar detak jantungmu begitu kencang ketika itu. Rasaku tak terbendung lagi. Kini rinduku beralih, berubah menjadi selalu rindu padamu. Sayangku pun berubah menjadi sayang padamu.

Advertisement

Meskipun tetap aku masih mencintai dia menyayangi dia yang jauh disana. Oh Tuhan… dosa apakah ini aku tak bisa menghindarinya. Betapa bodohnya aku ini. Benarkah tak ada maksud dari semua itu. Benarkah kau tak ada rasa padaku.

Dan saat kutegaskan padamu apa maksud dari semua itu, kau mengatakan tak tahu. Dan kau mengatakan kaupun tlah memiliki seseorang yang kau cintai.Terasa retak hatiku. Lantas aku ini apa untukmu? Hanya pelampiasanmu saja. Ya mungkin itu kata yang tepat. Aku memutuskan pergi darimu dan aku bertahan dengan dia yang disana. Terima kasih kamu telah memberi rasa yang berbeda. Tapi cukup jangan pernah kembali dan membuat hatiku bimbang. Jangan pernah kau ganggu aku dan cintaku yang telah 4 tahun aku jaga ini. Walaupun aku merasa sangat hancur namun aku bangkit aku melupakanmu. Anggap saja tidak pernah terjadi. Tetaplah menjadi teman. Menjadi rekan kerja seperti apa adanya seperti sebelumnya.