Untukmu, yang masih terus teringat tentang masa lalu.

Masa lalu memang menyimpan banyak kenangan. Masa lalu juga tak dapat dilupakan begitu saja, karena setiap hal yang telah terlewati tidak mungkin dapat dihapus jejaknya.

Taukah kau, bahwa ketika kau menganggap masa lalu itu pahit, justru karena terlalu banyak kenangan manis di dalamnya yang tidak ingin kau tinggalkan, hingga kau rela terus berkutat di dalamnya? meskipun kau tau masa lalu tak akan pernah kembali, kau belum cukup menikmati masa-masa manis dan keindahan-keindahan itu, hingga kau melupakan bahwa semua bisa berubah.

Sedangkan kau akan tersenyum geli mengingat kenangan yang justru banyak menyimpan dan meninggalkan jejak luka. Mungkin dulu kau menangis, sedih dan kecewa. Tapi justru sekarang ketika teringat kembali, bisa jadi kau mentertawakannya. Betapa konyolnya, betapa bodohnya dan betapa menggelikannya.

Bahwa masa lalu yang kau anggap pahit justru karena terlalu banyak menyimpan kenangan manis yang belum cukup puas dan tidak rela masa-masa itu berlalu dalam hidupmu.

Advertisement

Untuk masa lalu yang menggoreskan luka, memang tidak cukup waktu yang sebentar untuk dapat menyembuhkannya. Goresan luka di bagian tubuh manapun selalu membutuhkan waktu untuk sembuh. Goresan luka yang kasat sekalipun, misalnya di hati, bisa jadi butuh waktu yang lebih lama.

Tapi percayalah bahwa waktu akan menyembuhkanmu dengan memaafkan yang tulus, demi hatimu. Bahkan ketika kau mengatakan ada beberapa luka yang tak akan pernah bisa sembuh oleh waktu, kau masih punya maaf sebagai obatnya, untuk kemudian kembali percayakan pada sang waktu.

Jika waktu tak dapat menyembuhkan lukamu, biarlah maafmu yang tulus itu yang akan menjadi obatnya. Karena jika hanya waktu yang bekerja sendirian tanpa obat pemaafan, bisa jadi lukamu semakin parah.

Siapapun memiliki masa lalu, pahit getirnya tergantung cara kita menyikapinya. Mungkin kau berpikir kisah masa lalu pahitmu itu yang terhebat hingga kau selalu punya alasan untuk selalu menitikan air mata ketika mengingatnya. Tidak, menangis tidaklah salah, justru dengan menangis biasanya setelahnya kau akan merasa lebih baik, lebih lega dan lebih membuatmu tenang.

Setelah tenang jadikanlah hatimu seluas lautan, itu langkah selanjutnya yang kadang sering dilupakan. Iya, menjadikan hati seluas lautan akan membuatmu menjadi lebih lembut kepada dirimu sendiri seperti kau menaruh segenggam garam ke dalam segelas air, asin yang pekat akan membuatmu semakin merasa perih, tapi ketika kau mampu menjadikan hatimu seluas samudra, segenggam garam itu tak akan mempengaruhimu sama sekali.

Dan tidak taukah kau bahwa terus menerus membawa masa lalu ke dalam kehidupan yang sekarang hanya akan membuat seseorang yang sekarang bersamamu menjadi ragu. Berbagai pertanyaan akan bermunculan di kepalanya.

Apakah ini hanya pelarian, pelampiasan, atau semacamnya? Mungkinkah cintanya masih tertinggal di masa lalunya? Dan sebagainya, dan sebagainya.

Setulus apapun dia, tetap akan menjadi sangsi dengan pertanyaan–pertanyaan yang akhirnya mengganggu.

Terus menerus membawa masa lalu dalam kehidupan sekarang hanya akan membuat orang yang bersama kita sekarang menjadi tidak nyaman, kau tidak perlu melupakannya cukup memaafkannya, karena memaafkan adalah penyembuhan.