“Names have power” – Rick Riordan (The Lightning Thief, Percy Jack and The Olympians)

Siapa yang gak kenal Shakespeare? Dia adalah penulis dari Inggris yang sangat hebat, if not one of the greatest, dan gue suka banget sama dia. Tapi seberapapun gue suka sama dia, ada 1 quote dari dia yang gue kurang setuju. Quote tersebut berbunyi “What’s in a name? A rose by any other name would smell just as sweet.”. Secara singkat, kutipan tersebut berarti “Apalah arti sebuah nama? Sebuah mawar akan tetap harum, walaupun diberi nama lain”.

Nama mempunyai arti yang sangat besar, atau setidaknya itu yang gue percaya. Gue mengerti kalau Shakespeare sebetulnya sedang membicarakan konteks lain, tentang bagaimana esensi sebuah hal tidak akan berubah walaupun namanya diganti. Sayangnya, hal ini tidak bisa diaplikasikan pada jaman sekarang di mana sebuah nama berbicara banyak hal.

Di era modern ini, segala hal yang berbau internet umumnya membutuhkan kita untuk membuat sebuah akun yang berfungsi untuk mengidentifikasi masing-masing pengguna di platform tersebut, Pilihan masing-masing individu bervariasi, mulai dari yang menggunakan nama sendiri, nama samaran, sampai.. Mama yang absurd, misalnya “AkuSukaPisangDanJugaAwkarin”.

Terkadang, jenis platform yang digunakanlah yang akan mempengaruhi seperti apa username kita. Misalnya untuk game, kita akan cenderung memakai nama yang lebih nyeleneh, sedangkan untuk media sosial, umumnya nama yang digunakan akan lebih formal, misalnya nama kita sendiri.

Advertisement

I don’t know about you guys, but for me personally, kebanyakan username yang gue pilih mempunyai arti tersendiri di balik pemilihannya. Mungkin memang terdengar remeh, tetapi secara tidak langsung, kebanyakan orang juga pasti mempunyai alasan untuk memilih username tertentu.

Misalnya, e-mail yang gue pake kebanyakan mempunyai kata “apple” di dalamnya. Alasannya karena gue suka konsep dari buah apel itu sendiri. Apel adalah buah yang sering dipakai untuk melambangkan “buah pengetahuan” yang terdapat di beberapa kitab, dan sebagai seseorang yang menyukai pengetahuan, apel tentu mempunyai tempat tersendiri di hati gue. Gue juga bisa dibilang seseorang yang menyukai produk Apple atau sering disebut Apple fanboy. Selain itu, gue juga suka banget sebuah kutipan yang berbunyi “An apple a day keeps the doctor away”.

Untuk platform lain, username yang gue pakai lebih bervariasi, tapi ada 1 username yang paling sering gue gunain, yaitu HeartSche. HeartSche sendiri terbagi dari 2 kata, heart (hati), dan sche, yang dalam Inggris pertengahan berarti she/her, sehingga bisa diartikan Her Heart. HeartSche juga bisa diartikan sebagai sebuah typo dari heartache, karena A sama S cuma sebelahan di keyboard. (iya, gue tau artinya sok romantis/melankolis banget).

Di berbagai platform, mulai dari ID untuk game, website, ataupun untuk forum, gue sering banget pake username ini. Bahkan gue pernah pake nama ini untuk Instagram gue. Tapi gue sendiri juga penasaran, kenapa gue sering banget memakai username ini, bahkan untuk sebuah media sosial yang penggunanya biasanya menggunakan nama sendiri?

Kalau dikilas balik, gue baru sadar kalau sebetulnya gue jarang banget menggunakan nama sendiri untuk username. Tempat di mana gue menggunakan nama sendiri cuma untuk Facebook dan e-mail, itu pun gue gak menggunakan nama panjang gue, melainkan Yonathan Apple. Nama Facebook gue bahkan pernah menjadi Yonathan Yeahaha, karena gue ga tau lagi mau pakai nama apa lagi. Kenapa gak pake nama sendiri dan malah “Yeahaha”? Saat itu, gue sendiri juga belum tahu apa alasan pastinya.

Selidik punya selidik, akhirnya gue baru sadar alasan di balik pemilihan nama gue. I’m trying so hard to stand out, karena gue berpikir kalau pake nama biasa akan terlalu standar. Mungkin gue pengen dianggap berbeda, mungkin gue pengen dianggap lebih oleh orang lain, atau mungkin, gue sekedar butuh pengakuan that I’m just as good as other people.

Kalau ditelusuri lebih lanjut, mungkin salah satu alasan kenapa gue memakai nama HeartSche di Instagram adalah karena secara gak langsung gue malu terhadap diri sendiri, untuk menjadi diri gue sendiri. Jadi, alih-alih memakai nama asli seperti yang umumnya dipakai orang, gue lebih memilih untuk “bersembunyi” di balik username gue.

Di post gue sebelumnya, gue pernah bilang kalau gue orangnya merasa rendah diri, atau bahasa kerennya low self-esteem. Mungkin faktor ini yang jadi alasan dibalik pemilihan nama gue yang “tidak biasa”.

Akhirnya gue sadar kalau bersembunyi terus, gue gak bakal bisa berkembang karena terlalu takut untuk mencoba. And so, I decided to make a new Instagram account, with my name on it, yonathansj. Hal ini jugalah yang menjadi alasan pemilihan nama yonathansj sebagai nama profil gue disini. Because I’m done hiding.

Mungkin hal ini terlihat sangat gak relevan atau remeh bagi sebagian orang, tapi setidaknya, it’s a one step forward for me.

Bagaimana dengan username kalian? 🙂