Mata ini perih saat melihatmu, hati ini kotor saat membencimu, jiwa ini rapuh saat tahu kelakuamnu.

1. Jikalau Memang Benar Adanya, Aku Takkan Semunafik ini.

Kuberjalan setiap langkahku untuk tetap fokus pada tujuanku, saat baru aku tahu, aku terhenti, menghela nafas. Memahami pertemuan ini hanya sia-sia. Tak ada setetes pun air mata ini bermakna, hanya untuk menangisi dirimu yang tak berhak atas ini. Cinta ini memang tiba-tiba tanpa dugaan sebelumnya, benci ini juga tiba-tiba tanpa dugaan sebelumnya. Aku mengakui aku memang munafik, tetap keukeh untuk melupakan semua, namun semakin aku melupakan, semakin aku teringat lagi dan lagi.

2. Moment Yang Tepat, Namun Tak Terlihat Olehnya Dan Tak Tersampaikan.

Kesempatan ini semakin dekat, berbincang-bincang dengannya senang sekali rasanya yah, namun hal itu tak pernah tersampaikan. Apa yang terjadi itu terus terjadi, sampai aku merasa berada pada satu titik kejenuhan, lelah, berfikir sejenak. Percuma itu hanya akan sia-sia, cinta ini akan dusta jika dia tau yang sebenarnya.

Advertisement

3. Cinta Ini Ku Anggap Dusta, Jika Dia Mengerti Semuanya.

Mengapa kau menganggap cinta ini dusta?

Bukankah cinta adalah perasaan yang murni dari hati?

Ya, ini memang dusta, karena aku tak mungkin mengingkari janji bersama kekasihku ini,

Engkau mengerti kan?

Ini hanya satu alasan mengapa cinta ini aku anggap dusta. Hati kita Cuma satu, kita tidak bisa membagi hati ini menjadi beberapa bagian. Kan pada akhirnya engkau harus memutuskan siapa yang akan berhak untuk menjadi pemilik hati ini seutuhnya.

4. Menunggu Ketidakpastian Membuat Waktu Ini Semakin Terbuang Percuma.

Terasa aneh memang, diluar sangat kelihatan perlakuanmu terhadap wanita yang mungkin engkau kagumi. Namun kamu berbeda. Justru unik bagiku, misterius tapi terjadi jelas. Seakan statusmu itu memposisikan bahwa itu bukan untuk dia.

Apa yang terjadi dengan dirimu?

Jawaban mana yang sebenarnya kau pilih?

Siapa sosok wanita yang engkau kagumi selama ini?

Keanehanmu itulah membuat aku mencintaimu, begitu anehnya kamu, penuh dengan teka teki, rumit tapi nyata. Entahlah. Namun aku sadar menunggu ketidakpastian ini membuatku merasa bahwa waktu ini semakin terbuang percuma. Kamu tak memberi respect sekalipun.

Aargh..! ini membuatku menjadi malah membingungkan, lelah dan lelah. Biarlah..sampai kapan ini berakhir.

5. Pilihan Yang Sulit Memang, Namun Tetap Aku Harus Memutuskan.

Justru malah berbagai banyak pertimbangan menjadikan semakin aku bingung untuk memutuskan hal ini. Namun saat aku terdiam termenung dalam malam. Aku memahami dari pada hati ini terus-menerus tersakiti karena aku terlalu berharap. Lebih baik aku mundur. Ada orang lain yang pantas untuk dapatkan itu. Sangat susah memang. Inilah fakta yang terjadi. Berakhir sudah rasa penasaran dan keingintahuanku kepadamu. Cukup tau dengan semua kedustaan ini. Tutup hati rapat-rapat, dan kembali memulai hidup kepada orang yang benar-benar menyayangiku melebihi kasih sayang orang tuaku kepadaku.

Untuk belahan jiwaku, I Love You

Dan Untuk Kamu, Good Bye