Kita tidak pernah tau garis kehidupan yang telah ditakdirkan Allah untuk kita, semuanya menjadi rahasia yang tertutup amat sangat rapat, sebagai hamba kita hanya menjalani apa yang ditugaskan, beribadah salah satunya.

Aku tau aku hamba yang tidak sempurna dan mungkin jauh dari kata baik, aku hanya seorang yang sedang berusaha semampuku menjadi seorang hamba yang baik, patuh akan aturan dan kewajibanku. Meski berkali-kali gagal dalam membangun hidupku sendiri tapi aku masih memiliki tekad dan keinginan biarpun hati dan jiwaku dirajai nafsu.

Salahkah jika aku mengharapkan seorang yang lebih baik dari pada aku untuk membimbing hidupku? Seorang yang bersedia merelakan hidupnya untuk menjadi imam di kehidupanku ini, bersama mencari cinta Ilahi, membangun bahtera rumah tangga. Salahkah jika aku berharap?

Wahai engkau jodohku, yang aku tak tau bagaimana serta di mana kamu, mungkin kita sedang sama-sama menanti atau bahkan kita telah bertemu dan berteman dekat, aku juga tak tau bagaimana hubungan kita berjalan, karena aku tak mengenali wujud dan bayangmu.

Wahai jodohku yang juga mungkin tengah menanti aku, mari kita bersabar, berusaha serta berdoa agar kita dipertemukan segera. Mari kita sama-sama menata hati dan memantapkan diri untuk pertemuan yang telah diatur oleh Rabb.

Advertisement

Doakan aku di sini dan aku akan senantiasa mendoakan engkau.

Wahai jodohku yang mungkin sedang bersama yang lain, aku tau mungkin engkau juga sedang mencari aku, pasangan yang telah ditetapkan di lauhul mahfudh, saranku berhentilah bermain dengan ketidakpastian dengan kejamnya permainan dunia. Aku tau aku tak baik tapi aku hanya ingin tetap menasehatimu kamu.

Wahai jodohku semoga engkau senantiasa dalam lindungan Rabb. Jaga dirimu, jaga imanmu, dan jaga kelakuanmu hingga sampai saat pertemuan kita tiba dan saat kita disandingkan nanti.

Aku berharap kita akan bahagia suatu saat nanti.