Iya dia, dia yang selalu bangun pagi dari jam 7 pagi dan kembali lagi pada pukul 7 Malam, tapi dia juga yang selalu ada sebagai pelipur lara ku. namanya Steven, Steven Dupont, lelaki muda berkebangsaan Perancis inilah JODOH ku

Dia adalah kado terindah untuk ku di tahun 2015 lalu.

Lelaki yang hatinya tegar dan bahunya sangaaaaaatttt tangguh untuk memanggul beban sebesar apapun, dalam keadaan apapun dia sangat bisa memberikan kenyamanan untuku,kasih sayangnya,cinta nya terlalu besar untuk ku, sampai sampai suatu hari di perjalanan ke supermarket dia bilang kepadaku bahwa

"jika kelak kau yang lebih dulu pergi dipanggil sang Khalik, maka aku sekalipun tak akan pernah mencari penggatimu, aku bisa hidup sendiri sambil menunggu waktu ku menyusul mu", seketika hati ini menciut, memikirkan kata katanya itu.

terkadang ketika dia tertidur nyenyak ku sempatkan membuka mata ku untuk melihatnya pulas,melihat senyumnya tanpa malu malu dan mencium keningnya sebagai tanda sayang ku padanya. Dia adalah pahlawan ku, setelah aku menikah konsentrasi ku tak hanya untuk keluarga ku, tapi juga untuknya, dia tak pernah marah jika aku harus menelfon keluarga ku di Indonesia pada waktu disini masih pagi buta,

Advertisement

Dia tidak pernah komplain jika ternyata makanan yang kusuguhkan tak enak, dia tidak pernah ragu untuk membantu ku bersih bersih rumah meskipun itu bukan tugas utamanya,

dia tidak pernah berbicara dengan nada tinggi kepadaku, sekalipun tidak pernah kurasakan tangannya mendarat di tubuh ku saat dia marah, hanya senyum yang setiap kali kulihat di wajahnya yang hampir menginjak 24 tahun.

betapa beruntungnya aku memilikimu, menghabiskan sisa hidup bersama, berbagi tawa suka dan duka. kamulah semangat hidup ku saat ini sayang, kamulah yang menjadi kuatnya aku hidup di negeri orang yang musimnya berganti ganti, karna kamulah aku sanggup hidup sederhana dan karna kamu aku tahu, aku harus menjadi orang yang sukses untuk hidup kita nanti. saat kesempatan sekolah itu ada dan kita harus memilih salah satu dari kita yang kemabli ke sekolah, kau malah mendorong ku menyemangati ku untuk terus maju mengejar cita cita ku walau kau tau itu akan menunda impian mu untuk menjadi seorang ayah.

Dear Steven, suami ku tercinta. terimakasih atas segalanya yang telah kau berikan untuk ku, perjuangan mu dan air mata kita akan menjadi saksi kesuksesan kita nantinya.terimakasih selalu ada buat ku

memanjakan ku dan selalu memberi ku perhatian yang lebih, terimakasih atas keringat yang setiap hari mengucur deras di dahi mu dan tangan "kotor" mu yang tidak pernah berhenti bekerja. Kau hanya tak tahu saja, seberapa besar aku mencintaimu dan seberapa keras aku mencoba untuk terus menjadi istri yang baik. maafkan aku jika selalu membuat mu khawatir ketika aku pergi sendirian dan selalu makan banyak sambal yang aku tau itu hanya akan membawa dampak yang buruk untukku. maafkan aku yang tak sempurna ini.

Dear para istri diluar sana, cobalah selalu untuk menjadi istri yang baik, istri yang selalu siap mendengarkan keluh kesahnya di tempat kerja dan yang selalu siap menemaninya dalam suka dan duka.

dear para gadis, pilihlah suami yang kamu yakin dia adalah kekasih terbaik untukmu, jangan sia-sia kan cinta seorang lelaki yang tulus menyayangimu hanya karna dia tak berharta, karna sejatinya harta bisa dicari dan pasangan hidup sejati lah yang selalu mendampingi.

Sekian

Juliette Dupont (Marseillan-France)