"Wah, ada tempat makan baru di sini."

"Cobain makanan yang lagi booming diomongin di social media itu, yuk."

"Yes! Nonton di bioskop ini promo buy 1 get 1 free."

"Kapan kamu libur panjang?"

Beberapa kalimat yang dulu selalu mewarnai perjalanan kita. Kalimat yang akhirnya membuat kita berjalan bergandengan tangan, tertawa, dan pulang dengan rasa bahagia. Kalimat yang membuat kita berharap, berjanji, dan bertemu. Kalimat yang saat ini sangat aku rindukan datang darimu. Kalimat yang masih selalu ingin aku ucapkan. Kalimat yang saat ini membuatku meneteskan air mata mengingatnya.

Advertisement

Tanpa terasa, hubungan kita yang dulu begitu hangat dan indah, kini menjadi begitu dingin dan menyedihkan. Romansa yang sempat membuat mereka iri, kini justru menjadi sesuatu yang dikasihani oleh mereka. Mungkin bukan hubungan kita yang berubah, namun kitalah yang berubah. Ya, waktu telah berhasil mengubah cara kita memperlakukan hubungan yang sama sekali tidak bersalah ini.

Waktu, pekerjaan, teman-teman, keluarga, dan banyak hal lainnya akhirnya mampu mengalahkan cinta yang kita bangun susah payah sejak awal. Mampu menghapus segudang kenangan yang telah tercipta. Mampu membungkam sejuta harapan yang pernah terucap.

Aku mau bertahan. Aku mampu! Tetapi kamu memilih menyerah. Aku tidak menyalahkan kamu. Mungkin aku yang memang tidak cukup hebat untuk membuatmu bertahan. Sangat wajar dan benar jika kamu ingin mencari dan mendapatkan yang terbaik. Aku kalah. Aku akui itu. Pergilah, sayang. Berbahagialah. Kejarlah mimpimu. Temukanlah dia yang jauh lebih baik dariku. Namun, pastikan dia menyukai caramu tertawa seperti aku yang sangat menyukainya.

Aku memang seringkali membuatmu kecewa dan terluka, namun sungguh tanpa niat aku melakukannya. Aku memang jauh dari sempurna, namun aku mau selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik bagimu. Aku tulus mencintaimu. Terimakasih telah hadir di hidupku. Kamu akan menjadi kenangan dan pelajaran yang sangat berarti bagiku. Tak menyesal ku pernah jadi milikmu.

Oh ya, rasaku padamu belum berubah. Namamu pun masih selalu kusebut dalam doaku. Jika kamu lupa arah jalan pulang, kembalilah.. aku akan menuntunmu.