Kutitipkan salam untukmu yang pernah kurindukan, sejujurnya aku berterima kasih untuk hal yang tak pernah kuduga akan terjadi dalam hidupku setelah kau memutuskan untuk pergi.

Mataharipun semakin bersinar terang menghiasi bumi tanpa setitik embun,

Dan ternyata matahari masih bersinar terang, yeaaap kupikir sudah menjadi akhir dari segalanya untuk merelakanmu pergi dengan banyak luka tanpa kau merasa bersalah atau merasa sedikit kasihan, kau tak perduli seberapa dalam goresan dihatiku, tapi tak mengapa sekarang aku mengerti itu.

Nadiku masih berdetak sesuai porsinya.

Eh eh eh dadaku rasanya "berdegup kencang seperti genderang mau berang" iya saat itu yang jadi lawanku adalah anadiku sendiri, tiba tiba rasanya seperti tak terkendali, tapi biarlah aku memaafkanmu, aku juga mendoakanmu kutau Tuhan punya rencana baik untukmu tapi bukan rencana baik bersamaku,

Advertisement

Harapku Tuhan sudah siapkan seseorang yang jauh terbaik dari kamu.

Kutau Tuhan tak sedang bermain golf dilapangan sehingga tidak melihat seseorang yang tercipta hatinya rapuh dibiarkan menangis, ini harapanku untuk saat ini, berbahagialah kamu pernah menyakiti orang sesabar ini, hal yang tak mungkin kulakukan adalah membalaskan dendam kesumat, oh tidaklah Tuhanku terlampau bisa mengobati luka ini, kukirim maafku lewat doa, karna tak mungkin lagi untuk ku bertemu.

Menjadi gadis yang mandiri telah lama kucita citakan.

Lelahnya menjadi seorang yang ketergantungan kepada orang lain membuat rasa syukurku semakin besar, terima kasih untuk melepasku secepat ini, terima kasih membuatku belajar lebih dini dari artinya mandiri, berusaha sendiri yang telah lama kucita citakan, aku tak sendiri jadi orang yang pernah sakit hati, ada mereka yang sudah siap dengan wejangan dahsyatnya masing – masing.

Karena yang terbaik adalah untuk merelakan dan berjanji untuk tidak meminta waktu kembali "maka pergilah" karna sekarang tugasku adalah untuk membuktikan secepat kau meninggalkan maka secepat itu juga aku untuk move on.