Hai pria yang sampai saat ini masih bertakhta di istana hatiku..

Tahukah kau? sampai saat ini sosokmu masih selalu kupuja, suaramu masih terngiang jelas di pikiranku. Awalnya aku tak menyangka bisa secepat ini jatuh cinta padamu. Dulu kita sering bersama, dulu kita sering berkomunikasi, dan dulu kau sering memberikan nasihat-nasihat kepadaku. Ya itu dulu! Mengapa kini kau tak pernah memperlakukanku seperti itu lagi? aku rindu notifikasi darimu di handphoneku, aku haus nasihat-nasihat darimu, dan aku rindu segala hal tentangmu.

Hai kamu, sosok yang selama ini selalu mengalihkan duniaku!

Ada apa dengan dirimu kini? Mengapa kau pergi menghilang meninggalkan serpihan-serpihan kenangan indah tentang kita? Apa sebabnya kau menjauhiku? Tak sadarkah kau? Aku di sini mencintaimu. Tak adakah sedikit celah di ruang hatimu untukku? Aku tahu, aku hanyalah manusia yang jauh dari kekurangan. Aku tahu seleramu. Kau menginginkan wanita yang baik, sholehah, dan berhijab kan? Aku sadar diri, aku tahu siapa aku. Aku tahu kita berbeda, kau sosok sempurna yang agamis, sedangkan aku? Aku hanya wanita yang biasa-biasa saja jauh dari seleramu. Tapi apakah aku tak layak untuk kau cintai? Aku selalu memohon pada Allah, agar kau bisa mencintaiku, dan agar kau bisa menjadi pendampingku,

jika tidak di dunia aku harap kau bisa menjadi pendampingku di akhirat