Aku adalah seorang gadis yang lahir dari keluarga yang bisa dibilang big family alias keluarga besar. Aku anak terakhir di keluargaku, banyak orang bilang enak jadi anak paling bontot, dimanja, paling disayang, dan apalah itu. Tapi pada kenyataannya ya seperti ini rasanya, hahahaha…

Kalau boleh flasback ke beberapa tahun yang lalu…

Orangtuaku pergi meninggalkanku di saat usiaku 13 tahun. Mungkin Tuhan terlalu sayang sama mereka, jadi Tuhan memanggil orangtuaku lebih cepat, bahkan di luar keinginan dan bayanganku.

Saat itu hari-hari ku mulai sendiri dan berasa ada yang kurang, kurang dalam artian berkurangnya rasa kasih sayang dan perhatian yang aku rasakan dari orangtuaku. Kadang aku merasa sepi, sendiri seperti orang hilang. Apalagi kalau melihat teman-temanku jalan dengan orangtuanya. Ehm…. Kadang aku merasa iri melihatnya.

Tapi aku selalu bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan karena aku masih diberi kesempatan berkumpul dengan kakak, keponakan, saudara, sahabat, dan teman-temanku saat ini.

Advertisement

Walaupun aku dari keluarga yang tergolong big family, bukan berarti juga aku punya banyak waktu untuk berkumpul bersama mereka. Mereka tinggal di berbagai kota yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggalku saat ini, selain itu mereka juga sudah mempunyai keluarga dan kehidupan masing-masing. Hal itulah yang menjadikan kita jarang bertemu. Untung di jaman sekarang semua serba canggih, gak bisa bertemu secara langsung tapi bisa saling berkomunikasi dari jauh.

Hidup memang butuh proses guys, ada saat di mana kita tertawa lepas bersama orang-orang yang kita sayang. Tapi di saat itu juga kita harus siap dengan rasa sepi yang bisa datang kapan aja. Sepi di mana kita berasa seperti orang hilang yang gak punya siapa-siapa lagi di sekitar kita.

So, bersyukurlah kalian sama Tuhan karena masih dikasih banyak waktu untuk bisa berkumpul sama orangtua, keluarga, sahabat dan teman-teman. Bahagiakan, hargai, hormati dan sayangi orang-orang yang ada di sekitar kalian saat ini, selagi kalian masih bisa bersama dan melihat mereka.

Keadaan mengajarkanku arti kebersamaan, kemandirian dan hidup yang sesungguhnya.

Thank God For My Life Today , I Believe God Always Give The Best For Me