Meskipun ada banyak sekali kata seandainya di benakku..
Tapi aku tak akan mengucapnya..
Tak apa jika kamu memilikiku..tapi pikiran dan matamu memuji orang lain yang lebih pantas dipuji selain aku..tak apa..sungguh tak apa..
Setidaknya masih ada sisa sedikit ruang untukku berteduh di dalamnya..

Hmm jika kamu menganggap itu karena aku tidak mencintaimu dan tidak mencemburui ..
Bukan… Maaf kamu salah..
Jika kamu tau…ah pasti kamu tau..
Selama ini mungkin aku adalah wanita paling pencemburu ketika melihatmu tergoda dengan yang lain..
Mungkin waktu itu terdapat banyak pecahan kaca di dalam hatiku..

Bahkan kata-kata ringan pujianmu untuk makhluk lain selain diriku yang disebut sebagai wanita…
Kadang membuat hatiku merasa terkuliti..
Tapi..kau pasti bertanya…diriku bahkan nampak tak apa apa…bukankah yang kau lihat di bibirku selalu sudut tersimpul yang manis???
Saat diriku terdiam dan tersenyum detik itu…sebenarnya aku sedang membangun kekuatan besar….menata bongkahan asa agar kembali seperti semula..

Cemburuku seperti itu..

Aku mencoba mendoakan..mendoakan dirimu
Mendoakan bukan untuk memujiku..
Mendoakan…setidaknya kamu tahu bahwa wanita disampingmu ini
Sangat tulus mencintaimu..
Siang malam menyelipkan namamu dalam doa terbaik harapanmu..

Advertisement

Mendoakan dirimu..
Mendoakan bukan untuk memaksamu mencintaiku..
Mendoakan..setidaknya jika tidak di dunia…mungkin di akhirat nanti..
Dia akan lebih mendekatkanmu untukku..
Mengunci hatimu hanya untukku..

Tak tau..dengan menyerahkan semuanya kepadaNya..
Hatiku terasa begitu damai..
Karena aku sadar…dayaku dan kekuatanku tak mungkin selamanya bisa membentengimu..
🙂 aku hanya bisa mengupayakan sisi terbaikku..

Hanya kamu sendiri yang bisa menyelamatkan..membentengi hatimu..
🙂 dan itu sebuah pilihan..menghancurkan..ataukah bersama membangunnya semakin kuat denganku..

Dariku..
Wanita pencemburu yang ingin menjadi satu-satunya bidadarimu..